SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tebing di Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, selalu runtuh ke laut. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, tahun 2013, tebing di Tanah Merah runtuh sepanjang 20 meter.
Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Tanah Merah, Mahadi. Kata Mahadi mengatakan setidaknya selama tahun 2013 lalu sebanyak 20 meter tebing runtuh ke laut.
"Kita mengukurnya sangat mudah. Karena ada jambat disana. Selama tahun 2013 lalu sudah sebanyak dua kali terpaksa kita sambung agar tetap bisa dilalui dari daratan. Lebih kurang 20 meter sudah runtuh kelaut," katanya, Rabu (5/2/2014).
Mahadi mengungkapkan abrasi memang menjadi persoalan terbesar yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Tanah Merah. Bahkan menurutnya sudah ada masyarakat yang tinggal diwilayah paling terdekat dengan laut mewanti-wanti jikalau rumahnya dalam beberapa tahun kedepan menjadi hilang akibat abrasi.
"Banyak antisipasi yang dilakukan warga yang tinggal di daerah paling dekat dengan pantai. Mulai dengan membangun rumah baru yang notabene lebih jauh dari laut, atau mulai mencari lahan. Karena abrasi menjadi momok bagi warga di Desa tanah Merah," ucap mantan Kades terpilih dua periode itu.
Oleh karena itu ia berharap adanya antisipasi sejak saat ini. Sehingga nantinya dapat menyelematkan pulau, khususnya tanah warga. Sehingga nantinya masyarakat tidak menjadi korban abrasi seperti yang telah terjadi sebelumnya.
"Banyak yang sudah jatuh kelaut akibat abrasi ini. Ada yang membuat rumah baru, atau tinggal ke rumah sanak family. Jadi antisipasi sudah harus dilakukan segera mulai saat ini. Sehingga abrasi ini tidak meluas," sebutnya.
Mahadi menjelaskan abrasi terparah akan terjadi saat musim utara seperti saat ini. Sebab angin laut yang kuat akan menghempaskan gelombang yang meruntuhkan daratan secara terus menerus, khususnya di Desa Tanah Merah.***