
BENGKALIS, GORIAU.COM - Tak dilayaninya pasien yang tertembak peluru sendiri oleh RSUD Bengkalis membuat Ketua DPRD Bengkalis kesal. Pasalnya, karena tak dilayani, pasien harus dibawa ke Pekanbaru dengan menempuh perjalanan cukup jauh.
''Kita kecewa dengan pelayanan RSUD Bengkalis ini, apalagi tak terlayaninya pasien karena alat rontgen rusak dan dokter bedah sedang tak berada di tempat. Seharusnya segala peralatan sudah berada di tempat,'' ujar Ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdiilah, Selasa (26/3/2013).
Jamal mengaku kecewa dengan kinerja dokter serta peralatan yang ada di RSUD Bengkalis.
“Saya dapat informasi, kondisi korban cukup kritis, karena peluru bersarang di bagian rusuk kirinya. Waktu dibawa ke RSUD Bengkalis, alat rontgen tidak berfungsi. Kemudian dokter spesialis bedah juga tidak berada di rumah sakit. Ini sangat kita sesalkan, kok seperti ini pelayanannya. Padahal kondisi korban harus secepatnya mendapat pertolongan,” ujar Jamal.
Atas adanya kejadian ini, dewan berencana akan memanggil manajemen RSUD Bengkalis untuk hearing terkait masih belum maksimalnya pelayanan terhadap pasien. Padahal anggaran yang digelontorkan melalui APBD setiap tahunnya mencapai puluhan miliar, termasuk program Jamkesmasda.
“Rencana kita memanggil hearing manajemen RSUD, tidak hanya terkait kasus Ridho ini saja. Kita cukup banyak mendapat laporan dari masyarakat yang mengeluhkan pelayanan RSUD Bengkalis,” tutup Jamal. (jfk)