TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Masyarakat Petai Kecamatan Singingi Hilir sangat gerah dengan ulah PT Wanasari Nusantara yang dinilai tidak bersahabat. Kontribusinya tidak dirasakan masyarakat, melainkan hanya menimbulkan kerugian.
Seperti yang disampaikan Presno, salah seorang tokoh pemuda Desa Petai, Senin (15/6/2015) malam.
"Keberadaan PT Wanasari ini tidak kami rasakan manfaatnya. Malahan, jalan yang dibangun oleh pemerintah dihancurkan oleh perusahaan tersebut," ujar Presno.
Dijelaskan Presno, masyarakat Desa Petai sudah melarang truk CPO milik PT Wanasari untuk melewati ruas jalan kabupaten tersebut.
"Kita sudah meminta untuk tidak melewati jalan ini, sebab tidak sesuai dengan beban yang diangkut," ujar Presno. Namun, permintaan itu diabaikan oleh Wanasari dan truk CPO bertonase tinggi tetap lewat. Akibatnya, beberapa bagian sudah alami kerusakan.
"Kita larang mereka untuk lewat, kalau siang tak berani. Rupanya, tengah malam lewat," ujar Presno.
Sementara itu, Humas Wanasari, Nurhendro yang dikonfirmasi GoRiau.com menyatakan perusahaan yang bergerak dibidang kelapa sawit ini sudah berupaya dalam membangun daerah sekitar perusahaan.
"Kita selalu mengupayakan pembangunan, seperti peningkatan jalan mulai dari F2, sampai ke desa Petai," ujar Nurhendro.
Di F2 tersebut, kata dia, perusahaan melakukan pengaspalan sendiri. Sementara, untuk di Desa Petai memang diaspal oleh pemerintah. "Tapi, kita yang melakukan perawatan tersebut, kita yang merawat."
"Nah, kalau sudah seperti itu salahkah kita melewati jalan ini. Segala biaya perawatan, kita yang tanggung dan ini tanggungjawab kami," pungkas Nurhendro.(***)


