PEKANBARU - Provinsi Riau akan menjadi tuan rumah dalam Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) wilayah Sumatera Tahun 2021. Rencananya Fesyar wilayah Sumatera ini akan digelar pada bulan Agustus mendatang dengan menggalakkan kegiatan Riau Berwakaf.

Gubri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyambut baik rencana penyelenggaraan FESyar tersebut. Ia mengaku akan terus mendukung dan mensosialisasikan Gerakan Riau Berwakaf di Riau.

"Gerakan wakaf ini memang harus terus kita sosialisasikan. Pelaksanaan kegiatannya harus menerapkan protokol kesehatan," kata Gubri di rumah dinasnya, Jumat (2/7/2021).

Ia juga berpesan agar hasil pengumpulan wakaf dalam Fesyar yang digelar BI Riau ini, harus dijelaskan kemana dialokasikannya, baik itu untuk pembangunan pondok pesantren, membantu ekonomi masyarakat kurang mampu, atau pembangunan dalam bidang-bidang lainnya.

Sehingga orang-orang yang ingin berwakaf tidak memiliki keraguan untuk berwakaf dan wakaf yang terkumpul bisa dimanfaatkan sesuai dengan sasaran kepentingan yang telah ditetapkan.

Orang nomor satu di Riau ini juga menyarankan agar konsep Fesyar ini betul-betul jelas dan mengundang perhatian orang untuk berwakaf. Dengan demikian, kegiatan wakaf ini bisa terus hidup dan berkelanjutan di Riau.

"Nanti sebelum acara, kita adakan lagi pertemuan dengan orang yang berpotensi untuk berwakaf. Sehingga bisa mengajak yang lainnya untuk mengikuti Gerakan Riau Berwakaf," sebutnya.

Ia menambahkan, wakaf itu tidak mesti dengan jumlah yang banyak. Namun dengan uang seribu rupiah sudah bisa berwakaf dan bisa disalurkan melalui BWI Riau ini.

"Mungkin bisa dibuatkan seperti celengan yang ada di rumah masing-masing atau di kantor, supaya tergerak hati kita untuk berwakaf. Selain wakaf, ekonomi syariah juga harus terus kita sosialisasikan," ujarnya.

GoRiau Deputi Direktur BI Perwakilan
Deputi Direktur BI Perwakilan Riau, Asral Mashuri.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau yang diwakili oleh Deputi Direktur BI Perwakilan Riau, Asral Mashuri mengatakan, bahwa Fesyar ini nantinya akan menjadi salah satu upaya bersama BI wilayah Riau, Pemprov Riau, dan semua pihak dalam menyosialisasikan Gerakan Riau Berwakaf kepada masyarakat di Riau.

Asral mengungkapkan, sejalan dengan visi-misi Gubernur Riau untuk menghidupkan Gerakan Riau Berwakaf, maka ini merupakan upaya-upaya untuk mengajak dan memperkenalkan wakaf kepada khalayak ramai.

"Nanti melalui kegiatan ini akan kita sosialisasi terkait wakaf ini, sehingga masyarakat Riau paham betul maksud dari kegiatan Riau Berwakaf ini," ungkapnya.

Ia menyampaikan, kegiatan Riau Berwakaf bertujuan untuk meningkatkan literasi wakaf melalui penambahan jumlah wakaf potensial dengan mengajak anak muda untuk sadar wakaf.

"Anak muda Riau akan kita libatkan dalam hal ini, sehingga nanti bisa turut berpartisipasi," tuturnya.

Lebih lanjut Asral menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengurus masjid se-Kota Pekanbaru agar katib yang khotbah pada hari jumat dapat menyampaikan materi terkait wakaf ini.

Sebelum kegiatan Fesyar ini, akan dilakukan sosialisasi lebih masif terkait apa itu wakaf agar menimbulkan ketertarikan orang untuk mengetahui lebih jauh terkait wakaf ini.

Pihaknya mengharapkan Gerakan Riau Berwakaf ini tidak hanya sebatas terlaksana dalam kegiatan Fesyar saja, namun akan dilakukan secara berkelanjutan.

"Dalam kegiatan ini baru langkah awal kita untuk menggerakkan wakaf, nanti akan ada upaya-upaya lainnya yang kita lakukan untuk menghidupkan wakaf di Riau," tutupnya.***