PEKANBARU - Provinsi Riau tampaknya harus bersyukur pada akhir 2017 ini. Pasalnya, dana APBD Riau untuk tahun 2018 ini bertambah sebanyak Rp235 miliar setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau bersama Pemprov berhasil menyusun APBD tepat waktu dan sesuai dengan mandatory yang ditetapkan.

''Alhamdulillah, kita dapat tambahan dana untuk 2018 sebesar Rp235 miliar setelah Mendagri melakukan evaluasi terhadap APBD Riau. Ini prestasi yang bagus karena kita bisa meningkatkan pembiayaan pembangunan,'' ujar Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo kepada GoRiau.com, Kamis, (21/12/2017). Dengan tambahan itu, total APBD saat ini Rp9.236.880.300, dari jumlah sebelumnya Rp9,001 triliun sebelum diajukan ke Mendagri.

Raihan itu, menurut Sunaryo APBD Riau karena Riau sudah memenuhi mandatory yang ditetapkan, baik dibidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Berdasarkan keterangan Sunaryo, hasil evaluasi Mendagri menyatakan mandatory pendidikan di Provinsi Riau adalah 31,32% jauh melampaui syarat, yakni 20%, Kesehatan mencapai 10,24%, atau lebih 0,24% dari syarat.

Sementara itu, untuk infrastruktur di Riau telah mencapai 18,80%, mendekati pembangunan nasional yang capai 21%. Selain itu, akan ada insentif daerah sebesar Rp9 milyar, yang salah satunya dikarenakan ketepatan waktu Provinsi Riau dalam pengesahan APBD.

"Kita dapat tambahan insentif Rp9 milyar, itu karena ketepatan waktu, salah satunya dari pengesahan APBD. Jadi satu bulan sebelum tahun anggaran, yakni November kita sudah sahkan," jelasnya. ***