PEKANBARU - Meski sudah membangun sekitar tiga ribuan sekat kanal yang digadang-gadang mampu melembabkan lahan gambut, namun titik panas (hotspot) di Riau tetap saja meningkat. Bahkan hari ini, Selasa (1/3/2016), Riau 'merajai' hotspot di Sumatera.

Hasil pengamatan citra satelit Tera dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru merincikan, ada 43 titik panas terdeteksi di Sumatera, dengan sebaran diantaranya Sumut empat hotspot, Bangka Belitung satu hotspot dan Riau 38 hotspot.

Untuk Riau, 38 titik panas ini tersebar di empat kabupaten, yakni di Inhil satu hotspot, Pelalawan dua hotspot, Siak delapan hotspot, dan Bengkalis 27 hotspot. Padahal pengamatan Senin sore kemarin, hotspot ini sempat turun dan hanya menyisakan dua titik saja. Namun pagi ini kembali meningkat drastis.

Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, peningkatan jumlah titik panas (hotspot) tersebut belum memberi pengaruh signifikan terhadap paparan asap. Menurutnya, jarak pandang secara merata masih pada batas normal, berkisar diangka enam hingga delapan kilometer.

"Pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi di wilayah Riau bagian barat, tengah dan selatan pada siang, sore, dan malam hari," tuturnya.

Riau sudah bangun tiga ribuan Kanal

Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengklaim sudah membangun sekitar tiga ribuan sekat kanal yang difungsikan untuk mengatur peredaran air di lahan gambut, sehingga kelembapan tanah tetap terjaga saat musim kemarau/kering.

Hal tersebut dilakukan untuk mewanti-wanti agar kebakaran lahan tidak meluas seperti tahun lalu, sehingga menyebabkan terjadinya bencana asap. "Masing-masing Polres ada sekitar 300 sekat kanal, kalau ditotal sampai sekarang sudah ada tiga ribuan," sebut Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Sekat kanal yang dibangun, dilakukan di kawasan terdampak bencana Karlahut (kebakaran lahan dan hutan) di Riau. Pihaknya juga telah memetakan secara rinci dimana saja daerah rawan. "Dari awal sudah terencana dengan baik, yaitu antisipasi," jawab Guntur.

Meski sudah tiga ribuan sekat kanal, nyatanya Riau masih saja dibanjiri hotspot (titik panas) yang pagi ini terpantau mendominasi di wilayah Sumatera. ***