
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski masa tanggap darurat bencana asap dan kebakaran di Riau sudah berakhir pada Jumat (4/4/2014) kemarin, namun Riau akan dihadapkan dengan musim kemarau kering yang diprediksi akan berlangsung pada Mei-September 2014 mendatang.
Prediksi ini sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau beberapa waktu lalu. Jika peluang kebakaran hutan dan lahan itu kembali muncul, Pemprov Riau harus bersiap-siap menghadapi ancaman bencana yang lebih besar lagi.
Sebagai antisipasi, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mendatangkan 2.500 personil gabungan pada Mei 2014 mendatang.
Wakil Komandan Satgas Kahutla, Mayjen TNI Iskandar, Jumat (4/4/2014) kemarin, menjelaskan, 2.500 personil tersebut terdiri dari 2.000 dari TNI dan 500 dari Polri. "Seluruhnya disiapkan jika memang kondisi Riau sesuai dengan prediksi BMKG pada Mei mendatang," kata Mayjen TNI Iskandar.
Setelah pengalihan tugas Tim Satgas Penanggulangan Bencana Asap dan Karhutla ke Pemprov Riau, Jumat (4/4/2014) kemarin, Pemprov Riau diminta menjaga kondisi yang ada saat ini.
Dimana pengalihan tugas yang diberikan lebih kepada pemulihan kondisi di lapangan pasca bencana. Kemudian Pemprov Riau diminta harus aktif bersama pemerintah kabupaten/kota untuk selalu tanggap terhadap bencana yang akan menghampiri.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers, Jumat (4/4/2014) kemarin, menegaskan, Pemerintah Pusat akan siap membntu jika sewaktu-waktu kembali diperlukan. Salah satunya dengan menyiagakan beberapa pesawat dan helikopter untuk operasi pemulihan.
Begitu juga dengan persiapan untuk menerjunkan 2.500 personil gabungan pada Mei 2014 mendatang. "Pemerintah Pusat akan selalu memantau dan mendukung segala operasi langsung dari Pemprov Riau," tegasnya.***