PEKANBARU – Sejak memasuki tahun 2022 ini, 13 titik kebakaran lahan terpantau di Kota Pekanbaru. Dan dari 13 titik kebakaran ini menyebabkan sekitar 10,6 hektar lahan terbakar.

Saat ini Provinsi Riau juga tengah memasuki musim panas, meskipun beberapa kali hujan masih turun dengan intensitas tinggi. Sejumlah hutan dan lahan di Riau sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

DPRD Pekanbaru menghimbau masyarakat yang ingin membuka atau membersihkan lahan untuk tidak menggunakan cara dibakar, dan efeknya selain menimbulkan kabut asap juga dikhawatirkan api akan merembet kemana-mana.

"Kami (DPRD) kembali mengingatkan agar BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memasukkan anggaran pembelian alatan untuk siaga Karhutla disetiap tahunnya," kata anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Robin Eduar, Selasa (12/4/2022).

Menurut politikus PDIP ini, untuk memadamkan api kebakaran hutan atau lahan perlu adanya alat pompa pemadam kebakaran portabel.

Dengan memiliki berbagai alat yang dibutuhkan, lokasi kebakaran hutan atau lahan yang jauh dan tidak bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran bisa memadamkan api dengan mesin portabel.

"Kalau tidak punya alat apa yang mau dilakukan?. Terutama alat (kabakaran) harus dilengkapi, terutama mesin portabel ini. Karena mesin ini bisa diangkat kemana-mana," ucapnya.

Belakang ini, Robin melihat penanganan Karhutla di Provinsi Riau maupun Kota Pekanbaru sudah cukup baik. Mengingat belakang ini tidak lagi terjadi kebakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap.

"Camat dan lurah yang daerahnya rawan terjadi Karhutla harus rajin menjalin komunikasi dengan berbagai pihak," tutupnya.

Pekanbaru saat ini bisa dikatakan Zero Fire atau nihil kebakaran Meskipun sebelumnya, sudah terjadi 13 kali kebakaran lahan sejak awal 2022.

"Alhamdulillah kita saat ini sudah status zero fire. Walaupun memang sebelumnya ada 13 kali kejadian," ujar Ayat Cahyadi didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru Zarman Candra, Senin (11/4/2022).

Ayat mengatakan, 13 kali kebakaran lahan sebelumnya menyebabkan sekitar 10,6 hektar lahan terbakar. Namun, ia mengapresiasi bahwa kebakaran itu dapat segera ditanggulangi.

Ia juga mengimbau agar warga tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Sehingga, peristiwa kebakaran lahan dan hutan seperti beberapa tahun lalu tidak kembali berulang.

"Warga jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Apalagi, saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau," pungkasnya. ***