PEKANBARU, GORIAU.COM - Setengah triliun rupiah atau Rp500 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Riau untuk pendidikan di Riau, tak akan menjamin mampu memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak. Pasalnya,dana tersebut sangat minim dibandingkan kebutuhan yang seharusnya. Untuk memperbaiki infrastruktur sekolah, paling tidak Riau membutuhkan Rp1,6 triliun.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau, Ruslan Jaya kepada wartawan, Selasa (25/12/2012) mengatakan, kebutuhan minimal untuk memperbaiki sekolah di Riau yang sebagian dalam kondisi rusak dibutuhkan dana Rp1,6 triliun setahun termasuk dana untuk penyelenggaraan pendidikan. 

''Dana yang dialokasi pada APBD 2013 untuk bidang pendidikan hanya Rp500 miliar, artinya dana tersebut jauh dari target kebutuhan yang seharusnya. Dari perhitungan, paling tidak, Riau membutuhkan Rp1,6 triliun untuk perbaikan sekolah, infrstruktur dan penyelenggaran pendidikan,'' jelas anggota Fraksi Golkar DPRD Riau ini.

Hanya saja dengan minimnya anggaran yang ada, dan harus berbagi dengan program lainnya yang juga mendukung RPJMD 2013 dan Visi Riau 2020, maka anggaran yang dimiliki harus didistribusikan kepada program-program lain yang tak kalah secara prioritas.

Meski anggaran minim, tambah Ruslan Jaya, dia mengingatkan Dinas Pendidikan harus bekerja maksimal dengan hasil yang optimal. ''Dana yang tersedia jangan jadi penghalang kemajuan pendidikan di Riau, justru disitulah tantangannya, diantara kesulitan pasti ada prestasi yang bisa diraih,'' jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Riau Jabarullah SSos mengatakan, sangat kecewa dengan alokasi dana yang masih rendah untuk sektor pendidikan. ''Dengan anggaran Rp500 miliar, tentunya belum mampu membiayai seluruh kebutuhan pendidikan khususnya pembangunan dan perbaikan sekolah. Disdik harus membuat skala prioritas,'' ujarnya. (rdi)