PEKANBARU - Dua penjambret berinisial NE (24 tahun) dan JM (23 tahun) babak belur dihajar massa setelah aksinya gagal, Rabu (17/1/2018) siang tadi. Beruntung kedua pelaku sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Pekanbaru oleh polisi untuk mendapat pertolongan medis.

Dua penjambret ini jadi bulan-bulanan massa yang kesal. Ne dan JM bahkan sempat sembunyi di rawa-rawa perumahan Graha Hangtuah, dengan maksud agar lolos dari kejaran. Sebelumnya, mereka juga sempat bertabrakan di jalan raya dalam aksi pelarian tersebut.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, korban penjambretan ini adalah SJ (49 tahun) dan anaknya ATJ (16 tahun). Ketika itu mereka sedang melinta dengan sepeda motor di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Itu sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu siang tadi.

Ketika itu sepeda motor korban dipepet oleh kedua pelaku, yang menggunakan kendaraan matic. Tanpa buang-buang waktu, pelaku langsung merampas perhiasan emas milik korban, berupa gelang. Mengetahui kalau dirinya jadi korban penjambretan, SJ pun berupaya mengejar pelaku.

Aksi kejar-kejaran ini tak sengaja diketahui oleh anggota kepolisian. Walhasil, pengejaran di jalan raya ini pun turut melibatkan aparat berwajib, hingga ke Jalan Hangtuah, berlanjut ke Jalan Utama, Tenayan Raya. Ketika itulah sepeda motor kedua pelaku menabrak kendaraan lain.

Braak! Keduanya terjungkal ke aspal. Namun NE dan JM tak menyerah dan berupaya melarikan diri ke dalam komplek perumahan Graha Hangtuah dan sembunyi di rawa-rawa. Dibantu warga, polisi pun melakukan penyisiran di rawa-rawa tersebut, dan keduanya berhasil ditemukan.

Begitu tertangkap, massa yang geram langsung menghajar keduanya, hingga terluka di kepala dan memar di anggota tubuh lainnya. Beruntung aparat berwajib dapat meredam aksi massa sehingga tidak menimbulkan masalah lainnya. Berlanjut, NE dan JM pun dievakuasi ke RS Bhayangkara.

"Kondisinya masih mendapat perawatan di RS Bhayangkara. Kita belum bisa meminta keterangan keduanya karena kondisinya belum memungkinkan," tutur Kapolsek Limapuluh, Kompol Angga F Herlambang kepada GoRiau.com.

Selain meringkus keduanya, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti gelang emas yang mereka jambret. "Nanti kita akan dalami, sudah berapa lama atau sudah berapa kali keduanya terlibat aksi penjambretan," pungkas Kompol Angga F Herlambang.

Kapolsek mengimbau warga agar berhati-hati di jalan raya. Hindari menggunakan perhiasan yang mencolok agar tidak memancing pelaku kejahatan. "Termasuk pula meletakkan barang/tas ditempat yang aman, misalnya dalam jok motor," pungkas dia. ***