SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sepertinya masyarakat korban kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus sedikit bersabar atas belum tersalurnya sembilan bahan pokok (Sembako) pasca karhutla. Saat ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Meranti sedang menyiapkan administrasi guna pengambilan sembako itu ke provinsi.
Demikian disampaikan Kepala Disosnakertrans Kepulauan Meranti, Azmi Ibrahim MSi, dalam rapat yang dipimpin Sekdakab Kepulauan Meranti Drs Iqaruddin MSi, Kamis (27/3/2014) kemarin.
Azmi mengungkapkan sejumlah administrasi yang sedang diusulkannya diantaranya, Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Karhutla, Data jumlah jiwa korban Karhtla, Luasan yang terbakar dan lainnya.
"Semuanya sedang disiapkan hari ini (Kamis, red). Jadi besok atau paling lama awal pekan nanti sudah bisa kita sampaikan surat agar bantuan sembako tersebut bisa disalurkan ke Meranti," ungkapnya.
Diterangkan Azmi dalam proses penyalurannya nanti dari pihak Disosnaker akan mengalokasikan anggaran pendamping. Sehingga seluruh bantuan sembako tersebut bisa disalurkan ke Meranti. Azmi juga mengatakan bantuan itu akan diantar langsung ke seluruh wilayah desa.
Secara rinci selain 100 ton beras, dalam bantuan tersebut juga akan diberikan sarden, mie instan, dan lainnya yang merupakan bantuan dari Kemensos melalui Pemerintah Provinsi Riau. Bantuan itu sendiri akan dijemput dan langsung diserahkan ke Seluruh jiwa masyarakat yang menjadi korban Karhutla.
Sekdakab Kepulauan Meranti juga berpesan agar Disnakertrans Meranti betul-betul mengawasi penyaluran agar penyaluran itu betul-betul sampai ke korban yang membutuhkannya.
"Penyalurannya harus diawasi betul-betul, ada ada masalah di kemudian hari nantinya," ungkap Iqaruddin.
Untuk itu, dalam penyaluran itu pula, Kadisosnakertrans Kepulauan Meranti itu mengajak rekan media untuk membantu mengawasi nya. Sehingga bantuan itu bisa tersalurkan tepat sasaran.(zal)
Punya info menarik di sekitar anda atau ingin berbagi berita silahkan sms ke 081275940999 atau via email: [email protected]