PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Langit lapangan sepakbola Kelurahan Teluk Dalam di Kecamatan Kuala Kampar, Rabu malam (15/5/2013), begitu semarak ditaburi kembang api berbagai warna. Kemeriahan itu ditambah dengan hadirnya ratusan masyarakat yang berada di Kecamatan Kuala Kampar, menyaksikan event tingkat kabupaten yang digelar di daerah mereka.
Kondisi itulah yang terlihat saat Bupati Pelalawan HM Harris beserta rombongan secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 12 tingkat Kabupaten Pelalawan di Kecamatan Kuala Kampar, Rabu malam (15/5). Apalagi event bergengsi tingkat kabupaten ini memang baru pertama kali digelar di Kuala Kampar meski MTQ telah dilaksanakan sebanyak 12 kali.
Dalam sambutannya saat membuka MTQ ke 12 tingkat kabupaten ini, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Pelalawan merupakan salah satu upaya Pemkab Pelalawan dalam membumikan nilai-nilai keagungan Kitab Suci Al Quran dalam gerak langkah kehidupan pribadi setiap muslim. Sehingga dengan begitu, hal ini akan tercermin dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
"Melalui kegiatan MTQ ini, kita tidak hanya dapat memasyarakatkan nilai-nilai Qurani namun lebih jauh diharapkan mampu merubah cara pandang kita terhadap kitab suci ini. Artinya, Al-qur'an ini tidak lagi hanya sebagai naskah suci saja namun tanpa berdampak dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.
Pasalnya, sambungnya, memasyarakatkan dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam kitab suci ini merupakan kewajiban semua elemen masyarakat, baik secara pribadi maupun sebagai komunitas masyarakat muslim yang menjadi mayoritas negeri ini. Dan inilah sesungguhnya tugas berat umat ini ke depan. "Namun di sisi lain, kita juga tidak boleh merasa puas dan bangga hanya karena menjadi mayoritas tanpa mampu memberikan warna kehidupan ke arah yang lebih baik. Kita semua harus mampu menunjukkan dan menerapkan bahwa nilai-nilai Qurani memang merupakan rahmatan lilâalamin, yang mengayomi seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakannya," ungkapnya.
Disamping itu, lanjutnya, pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten ini sekaligus juga menunjukkan bahwa pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah bukan hanya melulu pembangunan fisik dan ekonomi masyarakat yang bersifat duniawi belaka. Soalnya, ukuran-ukuran keberhasilan setiap program pembangunan akan menjadi kehilangan makna jika aspek kerohanian justru diabaikan, yang ditunjukkan sikap moral dan kepedulian ditengah-tengah masyarakat.
"Apalagi sebagai daerah yang terbuka, Kabupaten Pelalawan memiliki keberagaman penduduk yang tinggi, baik dari suku, adat maupun agama. Keragaman ini akan menjadi persoalan, jika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik. Namun sebaliknya, keragaman ini akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai, jika kita mampu menempatkannya secara proporsional, dan menyadari bahwa perbedaan itu merupakan sebuah keniscayaan ciptaan Allah SWT. Di Negara ini, terutama di bumi seiya sekata ini, tidak ada larangan untuk berbeda, karena yang harus kita hindari itu adalah perpecahan sesama kita," bebernya.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan program Maghrib Mengaji. Karena diharapkan, dengan adanya MTQ ini maka akan dapat memompa semangat masyarakat untuk membaca dan memaknai alqur'an.(ilm)