RENGAT, GORIAU.COM - Kabupaten Indragiri Hulu ternyata tidak hanya memiliki potensi padi, namun juga bisa dikembangkan sebagai sentra sayur-sayuran seperti bawang merah. Bahkan dari hasil bawang merah yang saat ini mulai panen, daerah Inhu ternyata mampu memproduksi bawang merah dangan hasil yang memuaskan.

''Selain padi sawah, saat ini kita juga menggalakan penanaman komuditi sayuran, khususnya bawang merah. Sebab, dari perhitungan atau kalkulasi kita, bawang merah bisa dijadikan sebagai mata pencaharian pokok kelompok tani,'' ujar Kadis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Inhu Rahmat SP M.Si kepada GoRiau.Com, Senin (1/6/2015) di kantornya.

Pada masa tanam tahap pertama, pihaknya membina Kelompok Tani Sumber Rejeki yang ada di Kecamatan Seberida. "Untuk tahap ujicoba, kita melakukan pembinaan terhadap KT Sumber Rejeki dengan luas tanam sekitar 1 hektar yang berada di Kelurahan Pangkalan Kasai,'' sebut Rahmat.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/01062015/jef2jpg-2346.jpgKadis pertanian bersama salah seorang petani saat melansir hasil panen bawang merah.Selain pola penanaman bawang merah ini tergolong mudah, hasil yang didapat oleh para petani sangat memuaskan. Jika dibandingkan dengan komuditas sayuran lainnya, selain cabe, bawang merah itu juga mempunyai prospek dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Sebab, dalam satu kali periode tanam, bawang hanya memerlukan waktu kurang lebih 70 hari.

''Untuk masa periode tanam kedua tahun 2015 ini, kita memprogramkan perluasan areal tanam seluas 7 hektar di dua kecamatan. Yakni, di Kecamatan Seberida 2 hektar dan Kuala Cenaku 5 hektar,'' jelas mantan Kabid Kepenyuluhan Pertanian di BP4KKP Inhu itu.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/01062015/jef3jpg-2347.jpgKadis Pertanian TPH Inhu saat memperagakan hasil panen bawang merah yang sangat memuaskan.Agar lebih membuahkan hasil, selain melakukan pembinaan terhadap kelompok tani tersebut, Distan TPH Inhu juga memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan Sarana Produksi (Saprodi) berupa handtraktor, pupuk organik dan pestisida.

''Dengan demikian kita berharap kepada para petani lebih memaksimalkan penggunaan lahan dalam bercocok tanam, sehingga tidak terjadi lagi alih fungsi lahan tanaman pangan dan hortikultura ke komuditi perkebunan.'' tegasnya.

''Untuk diketahui, upaya budidaya bawang merah ini merupakan kali pertama dilakukan di Kabupaten Inhu. Dan alhasil setelah panen, produktifitas bawang merah ini sangat memuaskan,'' pungkas mantan Kepala Sekolah SMK Pertanian Air Molek itu. (jef)