BANGKOK - Disela pertemuan ke 12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Bangkok, Minggu (23/7/2019), Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi membahas hal utama yang menjadi program kerja dirinya bersama dengan utusan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Firdaus, selain merangkai dua negara.

Syamsuar mengatakan kepada GoRiau.com, pembahasan RoRo (Roll on Roll off) Dumai - Malaka mendapatkan respon positif dari Pemerintah Malaysia. Hal itu disampaikan langsung Datuk Firdaus kepada dirinya saat di Bangkok kemarin.

"Nantinya ada pertemuan lanjutan membahas pelabuhan RoRo Dumai - Malaka, untuk merangkai dua negara ini," ujar Syamsuar, Senin (24/6/2019).

Pada kesempatan yang dihadiri pengusaha Malaysia, staf Kedubes Indonesia dan sejumlah wartawan senior Malaysia, Syamsuar juga menyampaikan industri wisata halal. Apalagi Malaysia sudah menerapkan wisata halal sejak lama.

Ads
"Kita saat ini bagaimana bisa bekerjasama mengembangkan wisata halal juga dengan Malaysia. Penerapannya nanti di Riau, tentunya harus disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada di Riau yang menjunjung tinggi budaya melayu," ungkap Syamsuar.

Hal lainnya yang dibahas Syamsuar dengan Malaysia mengenai industri hilir sawit, kelapa dan sagu. Bahkan juga dibahas perdagangan lintas batas kelapa, sagu, dan ikan. Riau kaya hasil kelapa sawitnya dan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir. Juga sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Apalagi kebutuhan kelapa di Malaysia cukup tinggi. Jika pelaku usaha kelapa di Malaysia bisa membeli langsung buah kelapa ke petani, tentunya akan menguntungkan petani, tanpa melalui tengkulak. Begitu juga hasil sagu, yang sangat diminati maayarakat Malaysia. Juga perdagangan hasil ikan yang sangat melimpah di perairan Riau yang berbatasan dengan Malaysia," jelas Syamsuar. ***