TELUKKUANTAN - Keberadaan internet desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah mengubah prilaku remaja. Dari yang awalnya rajin ke masjid atau ke surau, kini remaja lebih asik nongkrong di balai desa atau kantor desa.

Hal ini mulai meresahkan orangtua di Kuansing. Seperti yang dituturkan Santi, seorang ibu rumah tangga di Kuansing, anaknya lebih banyak berada di Kantor Desa dibandingkan belajar di rumah.

"Akibatnya, prestasi anak saya anjlok saat menerima rapor bayangan kemaren. Dia juga malas untuk belajar mengaji. Hari-harinya habis bermain hape di Kantor Desa, bahkan ada yang pulang pagi," ujar perempuan tersebut, Rabu (8/11/2017) lalu.

Jika dilihat dari keluhan masyarakat tersebut, program internet desa pintar sangat tidak sejalan dengan visi misi Kuansing, yakni menjadikan kabupaten yang unggul, sejahtera dan agamis di Provinsi Riau 2021.

Terlebih, sampai saat ini belum ada terlihat pemerintahan desa memanfaatkan jaringan internet untuk melayani masyarakat atau pun menjalankan roda pemerintahan.

Menanggapi hal ini, Bupati Kuansing Drs. H. Mursini, MSi menyatakan pengaruh teknologi sudah lama di Kuansing. "Tentunya perlu pengawasan bersama."

"Anak-anak sudah lama tak ke masjid atau surau, makanya ada MDA tempat mereka belajar agama," tambah Mursini usai paripurna pengesahan APBD-P 2017.

Keberadaan internet desa pintar juga memberikan kesempatan kepada remaja Kuansing untuk mengakses konten porno. Beberapa waktu lalu, GoRiau.com melakukan uji coba di beberapa desa. Alhasil, ternyata tak ada filter terhadap konten-konten porno. Dengan demikian, penyedia jasa tak menyediakan internet positif.

Rupanya, hal itu sudah diyakini oleh bupati akan terjadi. Untuk itu, ia meminta semua pihak, terutama orangtua mengawasi anak-anaknya.

"Kita yakin, ada dampak negatifnya. Ke depan, mungkin desa membuat regulasi, jam sekian sampai jam sekian tak boleh ada anak-anak," ujar Mursini.

"Kalau tak salah, ada intruksi presiden akan memblokir situs-situs porno. Namun, kita berharap semua pihak mengawasi," tambah Mursini.***