PEKANBARU, GORIAU.COM - Kewajiban bagi PNS tetap masuk kantor pada hari Rabu dan Jum'at, oleh pemerintah daerah Provinsi Riau, dianggap tidak menghormati perayaan Idul Adha bagi sebagian PNS yang merayakan hari ini, Selasa (23/9/2015).

Hal tersebut diungkapkan oleh wakil ketua PD Muhammadiyah Kota Pekanbaru H Arizal Lc, kepada GoRiau.com, disela- sela pelaksanaan salad Idul Adha.

"Kita sebanarnya tidak mempermasalahkan libur atau tidaknya PNS hari ini, tapi setidaknya ada pengecualian lah dari pemerintah bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah salat Idul Adha dan merayakan bersama keluarga besarnya hari ini," pinta Arizal.

Sementara itu ustad Zulfadli mengatakan bahwa sebenarnya ini adalah masalah akidah, maka seharusnya Pemerintah (Pemprov), memberikan toleransi dan menghormati umat muslim khusunya dari warga Muhammadiyah yang saat ini sedang merayakan Idul Adha.

"Dalam masalah fikih perbedaan adalah hal yang biasa, dan masalah warga Muhammadiyah yang kebetulan sebagian adalah pegawai negeri, selesai salat Idul Adha, kembali masuk kerja seperti biasa, kita pengurus PDM Pekanbaru, tidak mempersoalkan itu, namun setidaknya ada sedikit toleransi lah," ungkapnya.

Sementara bagi lembaga pendidikan maupun bagian usaha Muhammadiyah, terhitung sejak Rabu mulai libur dan akan kembali melaksanakan kegiatanya pada hari Sabtu (26/9/2015).

"Mengenai kegiatan di organisasi, sesuai koridor dan kebijakan pengurus Muhammadiyah, maka sekolah-sekolah, dan lembaga usaha kita libur sampai hari jum'at, insya allah hari Sabtu sudah kembali aktif," tambahnya

Sesuai konsep dalam tubuh Muhammadiyah, PDM Kota Pekanbaru tetap saling menghargai dan mengedepankan kepentingan umat.(dnl)