PEKANBARU, GORIAU.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau meminta pemerintah menanggapi serius terhadap pengaruh organisasi Islamic State In Iraq dan Syiria (ISIS). Peristiwa bergabungnya satu keluarga di Pekanbaru sudah harus disikapi agar tidak lagi menambah korban.

Ketua MUI Riau, Prof M Nazir Karim, Kamis (9/7/2015), di Pekanbaru, menyebutkan, Pemeritah Provinsi (Pemprov) Riau bersama kabupaten/kota seharusnya sudah menyiapkan langkah-langkah dan strategi agar pengaruh ISIS ini tidak lagi memakan korban di Riau.

"Instansi terkait diharapkan dapat cepat tanggap dalam melakukan antisipasi secara menyeluruh. Dalam hal ini MUI tentunya menyesalkan yang ingin bergabung dengan ISIS," urai Mantan Rektor UIN Sultan Syarif Kasim itu.

Dirinya juga mengimbau agar masarakat selalu mawas diri terhadap pengaruh ISIS. Karena dikatakannya, jika niat untuk melakukan jihad, tidak harus bergabung dengan organisasi radikal dan terlarang.

Sebelumnya, Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Riau menemukan satu keluarga yang ditinggal di Pekanbaru bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Masing-masing bernisial TB dan YB yang merupakan pasangan suami-istri dan anaknya MJ yang tepatnya tinggal di RT 02 RW 10, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Mereka kini berada di Syriah dan disinyalir bergabung dengan ISIS. Tim intelijen mempunyai bukti foto dan dan hasil komunikasi TB dengan adik iparnya.