PEKANBARU - Meskipun hotspot atau titik panas sudah mulai berkurang dan udara di Provinsi Riau sudah mulai membaik pada level sehat. Sejumlah wilayah di Riau masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan Masyarakat Peduli Api, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau ikut padamkan api.

Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Riau, Zainal Z kepada GoRiau.com, melalui Kasi Trantibum Dalmas, Ekadinata. Satpol PP Riau memgerahkan sekitar 100 personilnya memadamkan api di Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, dan yang terakhir di Rimbo Panjang (Kabupaten Kampar).

"Untuk api di lahan yang terbakar di Rimbo Panjang sudah tidak ada lagi. Kita berharap tidak akan muncul kembali. Pemadaman di Rimbo Panjang berlangsung dari 8 Oktober sampai 15 Oktober 2019," kata Ekadinata.

Usai pemadaman di Rimbo Panjang, sambung Ekadinata, personil Satpol PP Riau akan bergeser ke Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Karena di sana masih ada titik api yang belum padam.

"Kita masih melakukan koordinasi dengan BPBD Indragiri Hulu dan Provinsi Riau. Jika dibutuhkan bantuan Satpol PP Riau, kita siap turun kapan saja. Demi langit biru dan kualitas udara yang sehat untuk masyarakat Riau," jelas Ekadinata.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hari ini, pukul 06.00 WIB, hotspot di Provinsi Riau dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen ada 15 titik, yaitu di Kabupaten Indragiri Hilir 12 titik, Indragiri Hulu 2 titik dan Pelalawan 1 titik.

Pagi tadi, hotspot paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan 393 titik, sedangkan Jambi 239 titik, Riau 27 titik, Bangka Belitung 24 titik, Sumatera Barat 2 titik, Bengkulu 2 titik, dan Kepulauan Riau 1 titik. ***