PEKANBARU - Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Riau, mendeteksi kemunculan dua titik panas atau hotspot. Titik panas itu berada di Kabupaten Siak dan Inhil.

Demikian dikatakan kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, Senin (22/2/2016) sore. "Di Sumatera terdeteksi dua titik panas, semuanya berada di Riau. Satu di Siak dan satu lagi di Inhil," urai dia. "Ini titik panas baru, karena pantauan tadi pagi nihil, hanya ada di Aceh (titik panas)," sambungnya.

Sedangkan untuk titik api atau firespot, dilaporkan nihil. Lalu untuk jarak pandang (Visibility) juga masih normal, berkisar antara tujuh hingga 10 kilometer. "Di empat titik pantauan seperti Pekanbaru, Rengat, Dumai dan Pelalawan, itu visibility normal," ujar Sugarin.

BMKG memprediksi bahwa cuaca Riau pada umumnya masih akan cerah hingga berawan, dengan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang, diperkirakan terjadi secara tidak merata di wilayah Riau bagian selatan. "Cenderung terjadi pada siang atau sore dan malam hari," tukasnya.

Sugarin menjelaskan sebelumnya, bahwa dibeberapa wilayah Riau sebagian ada yang sedang dilanda kemarau, sedangkan di daerah lainnya justru tinggi curah hujan. Hal tak biasa ini diprediksi sedang terjadi dalam beberapa waktu mendatang.

"Di timur cenderung panas, dan barat lumayan tinggi curah hujan. Kita pantau arah angin memang sedang mengarah dari timur menuju barat. Bisa saja daerah seperti Pekanbaru dan sekitarnya dalam waktu dekat akan panas," urainya. ***