
SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim mengaku kurang setuju andai tiap Desa di Kepulauan Meranti, Riau, banyak dermaga atau pelabuhan. Sebab, biaya perawatan pelabuhan itu tergolong mahal.
Hal itu disampaikan H Said Hasyim saat mendengar keluhan Kepala Desa Tanjunggadai, Tebingtinggi Timur, Rasyid, Kamis (24/11/2016).
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Laboratorium Komputer SMPN 1 Sungaitohor, Said Hasyim Meradang
Waktu itu, Rasyid, mengeluhkan dermaga pelabuhan Tanjunggadai di dusun IV Kayuara tak kunjung dikerjakan, padahal sudah dilelang dan ada pemenang tender nya. "Tapi sampai hari ini belum juga dilaksanakan," kata Rasyid.
Baca Juga: Kesejahteraan Dijamin Negara, Said Hasyim Minta ASN di Meranti Tak Bebani Masyarakat
Rasyid juga mengaku dapat informasi bahwa pihak rekanan pembangunan dermaga itu tidak sangat mengerjakan. Untuk itu, Ia berharap kalau tahun 2016 dipending pembangunan tersebut, hendaklah dilaksanakan kembali pada tahun mendatang, tahun 2017.
Mendengar keluhan dari Kades Tanjunggadai Rasyid, H Said Hasyim mengaku pada tahun ini sebagian besar pekerjaan tidak bisa dilaksanakan. Hal itu disebabkan adanya rasionalisasi anggaran.
Selain itu, disampaikan H Said Hasyim juga, kalau berdasarkan pertimbangannya, lebih baik jalan-jalan desa yang dibaguskan, daripada membangun pelabuhan. Sebab, diakui Said Hasyim, biaya perawatan pelabuhan itu tidak murah alias mahal.
"Kalau jalan tidak bagus, baru perlu pelabuhan. Bagi yang jalannya sudah bagus, gunakanlah pelabuhan di desa tetangga. Tak perlu setiap desa ada pelabuhan, karena biaya perawatannya mahal," kata Said Hasyim. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini