DURI - Tiga bulan lamanya melakukan persiapan untuk bertanding di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tim robotik SMA Cendana Duri berhasil meraih 4 prestasi membanggakan pada International Islamic School Robotic Olympiad (IISRO) 2016.

Prestasi pertama yang diraih adalah silver medal Theatre Robot (medali perak Theatre Robot) juara 2. Sebagai robot theater, ia mampu menampilakan pertunjukan yang menghibur penonton. Ia diciptakan oleh Annisa Putri Nofan, Idham Abdul Ghani, Ikhsan Zumardi dan Richard Alva Alssandro.

"Tidak hanya robotnya yang menguasai gerak tari zapin Riau itu, kami penciptanya juga harus bisa menari zapin Riau seperti robot yang kami ciptakan tersebut. Saat pameran, kami juga ikut menari bersama robotnya," ujar Annisa Putri kepada GoRiau.com, Selasa (23/8/2016).

Prestasi kedua yaitu medali perunggu untuk Chef Robot yang jago membuat jus siap minum. Robot ini dapat mengolah jus mulai dengan mencuci buah lalu masuk bagian pemotong hingga ampasnya terpisah dari air sari buah yang siap untuk diminum.

"Kemarin kita coba pada buah apel, begitu dimasukan dia mengikuti proses hingga air jus nya bisa langsung diminum," Ahmad dzaki Al Hisyam didampingi Sekar Cahyani Afidah Ayjat yang merupakan tim yang ikut kategori Chef Robot ini.

Masih dengan nama robot yang sama, namun keahlian berbeda pandai memasak kebab, meraih spesial award chef Robot. Kategori ini diikuti oleh tim yang terdiri dari Balqis Dzakiyah Amany, M Alfachruzi Savero dan Tryasih Wulandari.

Dan tim robot keempat peraih prestasi spesial award adalah Robot Underwater. Robot ini seperti kapal selam yang dibuat harus bisa mengangkut barang.

"Alhamdulillah robot kita paling cepat dan paling banyak bisa membawa barang pada kontes robot itu," ujar M Alfachrozi didampingi rekan satu timnya yang juga menjadi peserta Sumo Robot atau robot petarung yaitu Sekar Chayani dan M. Akbar Nugroho.

Kepala Sekolah SMA Cendana Duri, Dra Wiselmi mengatakan dari keempat prestasi tersebut, masih ada 1 lagi prestasi yang cukup membanggakan sekolah, yakni diundangnya Ilmal Yakin yang merupakan peserta Sumo Robot untuk mengikuti lomba Aeromodeling Professional di Hongkong pada Februari 2017 mendatang.

"Alhamdulillah, 11 anak kita yang berangkat ke Lombok mengikuti IISRO mendapat prestasi luar biasa. Meski tidak masuk dalam bidang study disekolah, keingin tahuan meraka dalam robotik sangat tinggi. Wajar tak heran mereka rela mengeluarkan sampai Rp1,5 juta untuk membuat 1 robot dambaan mereka," ujar Wiselmi bersama Handika Teguh Prasetyo yang berperan sebagai guru pendamping.

Khusus mereka yang pulang membawa prestasi ini adalah kelas 11 dan kelas 12. Sementara kelas 10 baru merintis dengan mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Hampir 35 robot yang sudah mereka ciptakan hingga dapat meraih prestasi pada setiap perlombaan robotik di Indonesia bahkan di Mancanegara. ***