PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengintai Provinsi Riau. Meski sejumlah wilayah diguyur hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Riau justru mengalami peningkatan menjadi 21 titik, Kamis (30/7/2026).
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G merinci temuan tersebut berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB.
"Sebaran terbanyak berada di Kota Dumai sebanyak tujuh titik, disusul Kabupaten Indragiri Hilir lima titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hulu," paparnya.
Peningkatan jumlah titik panas ini tidak hanya terjadi di Riau, melainkan merata di berbagai wilayah Pulau Sumatera. Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi terdapat 276 hotspot yang mengepung Sumatera pada hari ini.
Provinsi Sumatera Selatan menempati posisi tertinggi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 99 titik. Disusul oleh Sumatera Barat dengan 48 titik, Jambi 37 titik, Bangka Belitung 35 titik, dan Riau 21 titik. Sementara itu, Lampung menyumbang 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau delapan titik, serta Bengkulu tujuh titik.
Melihat penyebaran titik panas yang cukup masif di tengah fluktuasi cuaca, pihak BMKG terus mengingatkan masyarakat dan instansi terkait agar tidak lengah.
"Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus terus dilakukan secara maksimal, meskipun hujan sudah mulai turun di beberapa daerah," tegasnya.
BMKG mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling bersinergi menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berisiko memicu bencana kabut asap di wilayah Riau dan sekitarnya. ***


