
SIAK - Sejak pemerintah menggulirkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terlihat tren penurunan mobilitas hampir di semua wilayah. Dimana pembatasan pergerakan masyarakat menjadi faktor penting salah satu upaya pemutusan transmisi Covid-19. Bersyukur, kondisi kini pun berangsur membaik setelah diterapkannya PPKM. Kasus aktif, positivity rate, dan kasus harian menurun, serta terjadi peningkatan kesembuhan pada pekan ketiga pelaksanaan PPKM. Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI membuat program peduli untuk warga yang terdampak Covid-19 serta PPKM level 4 ini dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional, serentak di seluruh Indonesia, agar masyarakat dapat bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.
Keberhasilan program ini harus dibarengi dengan optimisme dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Masyarakat juga harus memberikan dukungan dari kebijakan yang dilakukan pemerintah, seperti mematuhi protokol kesehatan, PPKM, dan mengikuti vaksinasi.
Di wilayah Kabupaten Siak, Riau kegiatan yang dibuka langsung secara virtual oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly itu juga disaksikan masyarakat Siak yang menerima paket bantuan program peduli Kemenkumham RI.

"Sasaran utamanya masyarakat umum yang isolasi mandiri. Karena, akibat dari isolasi itu, warga tidak dapat bekerja seperti biasanya dan itu otomatis akan mempengaruhi sumber ekonomi mereka, apalagi jika yang terpapar Covid-19 ini tulang punggung keluarga," kata Yanto usai mengikuti kegiatan Kemenkumham Peduli secara virtual di Aula Kantor Imigrasi Siak, Kamis (29/7/2021) kepada GoRiau.com.
Dijelaskannya, bantuan paket berisikan kebutuhan pokok ini merupakan bentuk kepedulian dari Kemenkumham RI dari kondisi yang muncul selama pandemi Covid-19 khususnya saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Mobilitas masyarakat menjadi berkurang dengan adanya, tingkat kemiskinan naik dan pengangguran semakin banyak.
"Sehingga kita di Kemenkumham daerah masing-masing melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat di wilayah kerja kita yang terkena dampak Covid-19. Kebetulan dari Imigrasi Siak kita siapkan 73 paket," kata Yanto dan ditambahkan Tonggo, Rutan Kelas II Siak juga menyediakan 30 paket.
Pengurus Panti Asuhan Asidikiah Siak, Abdul Rais usai menerima bantuan paket secara simbolis dalam Aula itu menyampaikan rasa syukurnya. Bantuan paket selama pandemi Covid-19 ini bukan yang pertama diterima oleh panti asuhan yang sudah berdiri sejak 2001 silam.
"Kepedulian instansi pemerintah seperti kantor Imigrasi dan Rutan Siak ini memang sangat didambakan 25 anak-anak panti, apalagi saat pandemi Covid-19. Sebelumnya kami juga sudah menerima dari Dinas Sosial serta perusahaan swasta yang juga peduli dengan kebutuhan anak-anak Panti," kata Abdul Rais yang juga ikut menyaksikan kegiatan Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket kepada masyarakat terdampak Covid-19 se Indonesia secara virtual di Aula Kantor Imigrasi Siak,
Data per 28 Juli 2021 pada laman https://covid19.go.id/, jumlah pasien yang terinfeksi positif Covid-19 secara nasional berjumlah 3.287.727 orang. Angka tersebut meningkat 47.791 kasus dibandingkan hari sebelumnya.
Saat pidato virtualnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.
Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah. “Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/07/2021) pagi.
Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah. Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu. “Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham.
Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” tutupnya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini. Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat,” kata Andap.
“Pesan kami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,” tutupnya. ***