SEMUA umat Nabi Muhammad SAW pasti mendambakan bisa bersama Nabi akhir zaman itu dalam surga nantinya. Demikian juga dengan sahabat Rasulullah bernama Rabiah bin Kaab Al Aslami.

Dikutip dari Republika.co.id, Rabiah bin Kaab Al Aslami adalah salah seorang sahabat Nabi yang bernasib malang. Dia tidak memiliki rumah untuk ditinggali, atau istilahnya pada zaman itu ialah ahlu suffah.

Dalam hadits Bukhari, Abu Hurairah berkata, ''Ahlu suffah adalah tamu-tamu Islam di mana mereka tidak memiliki keluarga, harta dan saudara.''

Hakim Ayyad dalam sebuah riwayat menjelaskan, ''Suffah mengacu pada atap di belakang masjid Nabi Muhammad SAW yang biasa menjadi tempat di mana orang miskin berteduh, yang kemudian dikaitkan dengan orang-orang yang berada di sana.''

Ibnu Hajar juga menjelaskan, Suffah adalah tempat teduh di belakang Masjid Nabawi yang diperuntukkan bagi orang-orang asing yang tidak memiliki tempat tinggal dan keluarga.

Ibnu Qayyim mengajak umat Muslim untuk melihat bagaimana Rabiah mengabdikan dirinya untuk Nabi Muhammad agar bisa menemaninya di surga. Dia membawakan air wudhu untuk Rasulullah SAW dan berbagai hal lain yang dibutuhkan.

Rabiah kemudian menyampaikan apa yang menjadi keinginannya, yaitu terbebas dari api neraka dan menjadi pendamping Nabi Muhammad di surga. Kisah tersebut tercatat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim.

Suatu saat, Rabiah bermalam di rumah Rasulullah SAW, lalu menghampiri Beliau dengan membawa air wudhu. Kemudian Nabi SAW berkata, ''Mintalah sesuatu.''

Lalu Rabiah menjawab, ''Aku ingin menemanimu di Surga.''

Rasulullah bertanya lagi, ''Ada permintaan selain itu?''

Rabiah mengatakan lagi, ''Itu yang aku minta.''

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, ''Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (shalat).''***