RENGAT, GORIAU.COM - Proyek pengaspalan, Jalan Pierre Tendean, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu yang diduga dikerjakan asal jadi dan mengejar target waktu yang ditetapkan, akhirnya akan segera dilakukan cek lapangan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Indragiri Hulu.
''Saya sudah perintahkan Kabid untuk melakukan pengecekan ke lapangan, ke lokasi proyek Jalan Pierre Tendean, Tanjung Gading, Pasir Penyu itu. Nanti akan kita bahas dan benar demikian, jika menyalahi tentu ada sanksi,'' ujar Kepala Dinas Pekerjan Umum (PU) Indragiri Hulu, Ir H Asmara HK MM saat dikonfirmasi GoRiau.com, tadi sore.
Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek tersebut PT Inti Indokom belum berhasil dikonfirmasi. Dan ketika didatangi ke lokasi proyek Jumat (21/12/2012) lalu, tidak ada pekerja di sana begitu pula tenaga penngawas.
Sebelumnya, pantauan GoRiau.com di lokasi pembangunan tersebut, terlihat jalan tersebut sudah dituang dengan aspal cair, sementara dasar jalan masih rapuh karena belum dilakukan pengujian kepadatan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Akibatnya, sebagian jalan terlihat menggelembung dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Selain tidak sesuai dan hanya memiikirkan target waktu, pembangunan jalan tersebut juga tidak didukung dengan data yang memadai, dimana kontraktor tidak memasang papan pengumuman proyek di lokasi tersebut dan diduga melanggar UU No 40 tahun 2007.
Menurut informasi yang diperoleh GoRiau.com di lapangan, proyek pengerasan dan pengaspalan Jalan Pierre Tendean dibiayai oleh APBD Inhu 2012. Namun karena tidak adanya papan pengumuman tidak diketahui spesifikasi pekerjaan.
Menurut masyarakat, jalan tersebut belum wajar untuk di aspal karena pengerasan jalan tersebut belum dilakukan secara intensitif serta belum lolos uji kepadatan oleh pihak dinas (PU) Inhu. Sayangnya, meski belum menyelesaikan pengerasan, kontraktor sudah menyiramkan aspal cair.
''Kita sangat menyayangkan pengerasan dan pengaspaln jalan ini secara buru-buru, kita berharap segera diulang karena kami ingin menggunakan jalan ini untuk jangka waktu lama, bukan rusak lagi beberapa bulan ke depan,'' ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. (aun)