PEKANBARU, GORIAU.COM - Jika pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) akan digelar pada bulan Juni 2013 mendatang, maka Jembatan Siak IV dipastikan bisa dilewati sebelum pelaksanaan ISG. Saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 60 persen.
Kepala Dinas PU Riau melalui Kepala Bidang (Kabid) Bima Marga Ahmad Ismail yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/1/2013) mengatakan, kondisi fisik pembangunan Jembatan Siak IV berkisar 60 persen.
''Mudah-mudahan selesai sebelum ISG. Berdasarkan hasil persentasi pihak kontraktor pembangunan Jembatan Siak IV kepada Dinas PU Riau serta pantauan lapangan progres 60 persen dan tinggal menyambung rentang badan jalan diantara dua sisi tersebut,'' katanya.
Ahmad mengatakan, Dinas PU Riau terus menggesa kepada kontraktor betul-betul membuat skala prioritas pembangunan. ''Minimal 1 Juni 2013 jembatan ini sudah diresmikan dan disaat ISG berlangsung nantinya, jembatan ini sudah bisa dilewati untuk mengurai kemacetan lalu lintas,'' tambahnya.
Ahmad menjelaskan total panjang jembatan adalah 834.10 meter, main span 155.00 meter, side span 48.00 meter, approach span 496.71 meter, oprit 134.39 meter. Lebar 18,5 meter dan free board dari HWS itu sepanjang 12,5 meter. Sedangkan pondasi adalah pier utama dengan bored pile dia 1800 mm, pier app span dan bore pile 1000 mm. Serta anchor bore pile 1200 mm. Serta pekerjaanya struktur atas, main dan side span cable stayed steel box gilder. Lantai beton K350 dan untuk pekerjaan jalan akses, jalan akses flexible pavement beton.
Sistem jembatan ini sambungnya, rangka baja composite cable stayed single dan pylon dengan ground anchor, konfigurasi kabel radial itu life-end pylon yang berjumlah kabel 14 untuk kedua sisi dengan ketinggian pylon 75 meter. Dengan multistrand post-tension cable, Pondasi menggunakan bore pile Q 1,80 meter.
Pembangunan jembatan sistem multi years, dengan anggaran sebesar Rp437 miliar dengan tahun APBD itu 2010, 2011, 2012. Jadi sebutnya, tidak benar menyatakan itu pembangunan sebesar Rp415 miliar. "Anggarannya Rp437 miliar dengan sistem multiyear," katanya. (rdi)