
SELATPANJANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah terus dipacu. Kali ini, langkah besar dilakukan melalui penguatan promosi digital yang diyakini mampu membawa destinasi wisata Meranti lebih dikenal, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara.
Komitmen itu terlihat dalam kegiatan Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial yang digelar di Ballroom Grand Meranti Hotel, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pemasaran tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari generasi muda, pelaku wisata, hingga tokoh masyarakat.
Pemerintah daerah menilai perubahan pola promosi wisata dari cara konvensional menuju platform digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi dihindari. Media sosial kini dianggap sebagai senjata utama memperkenalkan potensi wisata daerah secara cepat, luas, dan efektif.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Saiful Bakhri, menyebut kehadiran Kementerian Pariwisata RI bersama Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata Meranti.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan seperti Kepulauan Meranti sangat dibutuhkan, terutama dalam memperkuat promosi serta pembangunan infrastruktur penunjang wisata.
Ia menilai promosi digital terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi masyarakat. Salah satu contohnya terlihat pada Festival Perang Air yang sukses masuk dalam Karisma Event Nusantara.
Event budaya tersebut disebut mampu menarik sekitar 21 ribu kunjungan wisatawan dan membawa efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, transportasi, kuliner hingga penginapan.
"Festival Perang Air berhasil menarik lebih kurang 21 ribu kunjungan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat," ungkap Saiful.
Tak hanya fokus pada promosi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga menargetkan status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Status itu dinilai penting karena dapat membuka peluang lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur dan dukungan pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.
"Kami berharap Kabupaten Kepulauan Meranti dapat masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional agar pengembangan infrastruktur dan sektor pariwisata semakin optimal," katanya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Johan Eka Safju, menegaskan bahwa dunia pariwisata saat ini telah bergerak menuju ekosistem digital. Karena itu, pelaku wisata daerah harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi utama.
Menurut Johan, kekuatan konten digital dapat membentuk citra sebuah daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di mata publik.
"Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata memanfaatkan media sosial sebagai sarana efektif untuk mempromosikan destinasi wisata daerah," ujarnya.
Dukungan juga datang dari Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief. Ia menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai yang sangat besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
Bukan hanya menghidupkan destinasi wisata, pariwisata juga berdampak langsung terhadap sektor lain seperti usaha kuliner, jasa transportasi, penginapan hingga ekonomi kreatif masyarakat lokal.
"Pariwisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi sektor yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat mulai dari transportasi, kuliner, penginapan hingga ekonomi kreatif," kata Hendry.
Ia pun mendorong agar Kepulauan Meranti terus memperkuat identitas wisatanya melalui event-event yang konsisten dipromosikan secara digital agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
"Kita ingin pariwisata di Kepulauan Meranti terus berkembang melalui event-event yang konsisten dan promosi digital yang kuat sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai kalangan. Selain mendapatkan pemaparan strategi branding digital, peserta juga terlibat dalam diskusi interaktif mengenai cara membangun citra wisata daerah melalui media sosial agar semakin dikenal luas. ***