PEKANBARU – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas di Riau mendapatkan keuntungan besar melalui kegiatan Lelang Peduli yang ditaja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru, Kamis (6/2/2026). Melalui mekanisme lelang konvensional, produk karya kelompok rentan tersebut berhasil terjual dengan nilai jauh di atas harga pasar normal.
Dalam acara Sosialisasi dan Apresiasi Kekayaan Negara atas Kinerja Mitra Tahun 2025 ini, sebanyak lima produk unggulan hasil kurasi tim UMKM KPKNL diperebutkan oleh para peserta. Seluruh hasil penjualan lelang langsung dikembalikan kepada para perajin disabilitas guna mendukung keberlangsungan usaha mereka.
Kepala KPKNL Pekanbaru, Maulina Fahmilita, mengungkapkan bahwa simulasi lelang ini sengaja dirancang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi produk lokal. Dengan penawaran harga yang naik secara spontan dari para peserta, margin keuntungan yang didapat pelaku usaha menjadi sangat signifikan.
"Barang yang biasanya dijual Rp100 ribu, tadi terlihat mengalami kenaikan yang signifikan. Harapan kami, produk UMKM mendapatkan nilai lebih melalui mekanisme ini. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku UMKM," ujar Maulina.
Lebih lanjut, Maulina menjelaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dalam pembinaan UMKM. Langkah ini diambil agar mereka yang memerlukan perhatian lebih tetap memiliki daya saing dan mampu mandiri secara finansial melalui karya-karya yang telah dikurasi dengan ketat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau (RSK), Wahyu Prihantoro, turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan aset dan lelang bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Prinsipnya ini kegiatan rutin, tetapi bukan hanya seremonial. Ini merupakan bentuk apresiasi atas jerih payah dan kontribusi kementerian atau lembaga dalam mengelola aset negara," tambahnya.
Melalui inisiatif ini, KPKNL Pekanbaru tidak hanya menjalankan fungsi administratif pengelolaan kekayaan negara, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Para penyandang disabilitas kini memiliki peluang lebih luas untuk memasarkan produk mereka dengan nilai jual yang lebih kompetitif di mata publik. ***


