PEKANBARU - Kebakaran lahan yang terjadi di areal PT Pulau Sambu NTS Sungai Pinang, Parit 6A dan Parit 6B, Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, masuk lahan penyelidikan pihak kepolisian.

Luas lahan kosong milik PT Pulau Sambu yang terbakar diperkirakan seluas 10 hektare. Namun, upaya pemadaman lahan sudah dilakukan satgas gabungan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, BPBD, dan damkar perusahaan.

"Iya memang benar lahan PT Pulau Sambu yang terbakar. Sekarang sudah masuk penyelidikan oleh Polres Indragiri Hilir (Inhil)," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dihubungi GoRiau.com, Senin (18/11/2019).

Lahan milik PT Pulau Sambu terbakar sejak Hari Minggu (18/11/2019). Upaya pemadaman lahan yangvterbakar tersebut sempat mengalami kendala, karena aksesnya yang jauh dan harus menyusuri anak sungai.

Tak hanya itu, sumber air yang sangat sulit serta angin kencang pun menjadi faktor yang menyulitkan pemadaman. Meskipun demikian, api mampu dipadamkan satgas yang bertugas di sana.

"Sekitar 10 hektare lahan yang terbakar. Tapi kita masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian di lapangan dahulu," jelas Kombes Pol Sunarto.

Untuk diketahui, PT Pulau Sambu di Kabupaten Inhil, Provinsi Riau, merupakan pemasok kelapa parut untuk industri gula dan cokelat ternama di Eropa, Amerika Utara, Australia, Timur Tengah, dan Tiongkok. Krim santan kelapa dengan merek Kara kini populer di berbagai pasar di Asia, Australia, dan Eropa. ***