PEKANBARU - Dua orang tewas dalam insiden baku tembak di Jalan Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Satriandi pecatan polisi yang kabur dari lapas kelas IIA ini tewas bersama rekannya akibat tembakan aparat kepolisian yang berusaha menangkapnya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, ketika dikonfirmasi mengatakan ada empat korban dalam insiden baku tembak tersebut.

"Iya ada dua tewas Santriandi dan rekannya satu lagi mengalami kritis akibat tertembak. Selain itu ada satu anggota kepolisian yang terkena tembakan di bagian paha," ujar Sunarto.

Ads
Dari informasi yang di himpun GoRiau, Satriandi merupakan mantan anggota Polres Rokan Hulu yang dipecat karena keterlibatan narkoba. Pada Mei 2015, Satriandi digerebek aparat Satuan Reserse Narkoba di kamarnya di lantai 8 Hotel Aryaduta, JalanDiponegoro, Pekanbaru, atas kasus kepemilikan ribuan pil ekstasi.

Akibatnya dia mengalami patah kaki dan luka serius pada bagian kepala. Meski begitu, dia berhasil selamat namun mengalami gangguan kejiwaan.

Kemudian Kepolisian tidak melanjutkan perkaranya, karena Satriandi dinyatakan tidak bisa memberikan keterangan apapun karena mengalami gangguan kejiwaan.

Lalu di awal tahun 2017, Satriandi menembak mati seorang pemuda bernama Jodi Setiawan, yang juga bandar narkoba, bermotifkan persaingan bisnis haram tersebut.

Ia sempat kabur usai penembakan tersebut, namun berhasil ditangkap polisi di wilayah Batipuh, Sumatera Barat.

Tahun berikutnya, Satriandi diseret ke meja hijau dan divonis dengan hukuman 12 tahun penjara, sebelum akhirnya kabur dari Lapas dengan cara menodong petugas jaga dengan senjata api. ***