SELATPANJANG - Gerakan Pramuka kini dihadapkan pada tantangan nyata yang melampaui kegiatan perkemahan, mulai dari ancaman perubahan iklim hingga krisis ketahanan pangan. Merespons kondisi tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, Asmar meminta generasi muda mengambil peran aktif dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (14/9/2026). Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

"Gerakan Pramuka telah berperan membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berkarakter, disiplin, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kokoh," ujar Asmar.

Menurutnya, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang selama ini menjadi pedoman anggota Pramuka terbukti ampuh membentuk pribadi tangguh. Dari generasi ke generasi, organisasi kepanduan ini telah melahirkan berbagai tokoh pengabdi bangsa di berbagai sektor kehidupan.

Fokus pada Kemandirian Pangan

Peringatan tahun ini mengusung tema seputar kreativitas, inovasi, dan kemandirian dalam mendukung swasembada pangan. Asmar menilai tema ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air sebagai pilar kemandirian nasional.

"Swasembada pangan bukan semata persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan pemuda menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya," jelasnya.

Ia mendorong pola pendidikan kepramukaan agar terus diarahkan untuk menumbuhkan budaya produktif. Generasi muda diharapkan mulai melirik sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan dengan pendekatan teknologi terapan yang relevan.

Hadapi Era Kecerdasan Buatan dan Krisis Sosial

Selain isu ketahanan pangan, Asmar juga menyoroti berbagai persoalan sosial dan kemajuan zaman yang mengintai remaja saat ini. Mulai dari penyalahgunaan narkotika, perundungan, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga dinamika geopolitik global.

Menghadapi situasi yang bergerak serba cepat ini, Pramuka memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan karakter agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

"Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sedangkan karakter memberikan arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan," tegasnya.

Oleh karena itu, pengalaman yang didapat melalui kepramukaan tidak boleh berhenti hanya pada tataran teori di gugus depan atau sekolah. Asmar meminta setiap anggota Pramuka berani mengaplikasikan keterampilan mereka di masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan energi bersih, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal demi kehidupan yang berkelanjutan. ***