
SIAK, GORIAU.COM - Pawai obor sudah menjadi tradisi bagi seluruh umat muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha di malam takbiran. Meski terjadinya perubahan dan perkembangan zaman, namun memeriahkan dua hari raya besar bagi umat Islam tersebut tetap mendarah daging.
Biasanya rombongan api obor didominasi tingkat anak-anak, yang berstatus pelajar Sekolah Dasar. Namun tak heran jika semua kalangan juga terlibat dalam tradisi tersebut.
Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, dimana seluruh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua merasakan andil dalam menyambut hari Raya Idul Adha tahun ini.
"Kami selalu menunggu waktu-waktu seperti ini. Artinya menyambut dan merayakan hari raya ini, namun tetap tidak secara berlebihan," kata Ani, salah satu warga Desa Buatan II.
Hampir seluruh daerah di Indonesia melakukan pawai obor yang menandakan kesamaan dan kekeluargaan masyarakat muslim. Meski ada beberapa daerah yang menambah dengan kegiatan lainnya, namun tetap tidak menggeruskan tradisi ini.
"Momen ini juga menjadikan hubungan antar warga semakin erat, terjalin silaturahmi dan memberikan semangat lain bagi anak-anak kami di sini," tambah Amir warga lainnya.
Biasanya setiap arakan pawai obor mengelili tempat sekitaran desa yang sering dilepas dari Mesjid besar di desa terkait. Namun ada juga yang memulai dari sekolah-sekolah agam seperti madrasah dan lainnya.(tri)