PEKANBARU – Peredaran narkoba di Riau dinilai sudah berada pada posisi yang sangat mengkhawatirkannya. Sebab korbannya sudah menyasar kalangan remaja atau pelajar. Tidak hanya sebagai korban, bahkan saat ini pun ada pelajar yang ikut menjadi pelaku atau pengedar.

Kondisi ini telah lama menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Seperti dituturkan Plh Kadispora Riau, Helfandi, pihaknya secara intens memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba di kalangan pemuda dan pelajar.

“Ini sebagai salah satu upaya kita meminimalisir generasi penerus kita yang terjerumus narkoba, baik itu sebagai pemakai maupun pengedar,” terangnya, kepada GoRiau.com, Jumat (18/10/2024).

Ditambahkannya, sepanjang tahun 2024 ini, pihaknya telah melakukan penyuluhan di enam SMA sederajat di 6 kabupaten dan kota se-Riau. Yakni Siak, Bengkalis, Dumai, Meranti, Kampar dan Pekanbaru.

Dalam setiap penyuluhan, pihaknya berusaha memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak negatif narkoba, karena bisa merusak masa depan mereka.

“Dengan ada pemahaman di kalangan siswa, kita berharap mereka dengan kesadaran sendiri menolak narkoba,” tambahnya.

Menurut Helfandi, kegiatan berupa sosialisasi dan penyuluhan itu telah rutin dilaksanakan Dispora Riau sejak tahun 2023 lalu. Ketika itu, sosialisasi diawali di 3 kabupaten dan kota yakni Rohil, Inhil dan Pekanbaru. Untuk 2025 nanti, kegiatan itu juga akan terus ditingkatkan.

Dalam setiap kegiatan, Dispora Riau selalu berkoordinasi dan kolaborasi dengan OPD terkait.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Helfandi. ***