SELATPANJANG – Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Irmansyah membuka sosialisasi program dan lokakarya di Selatpanjang, Selasa (22/11/2022).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti didukung oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui kerjasama kemitraan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta melakukan penyusunan strategi komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tim Leader Program Yayasan Cipta, Rizky Andini mengatakan dalam menyusun strategi Komunikasi Percepatan Penurunan (KPP) stunting, selaku pendamping, pihaknya akan melakukan pelatihan di Kepulauan Meranti.

"Mudah-mudahan kemitraan ini bisa bermanfaat dan berkontribusi terhadap upaya-upaya penurunan stunting di Kepulauan Meranti," ujarnya.

Perwakilan Tanoto Foundation, Dedi Triadi yang juga pendamping di Kepulauan Meranti mengatakan pihaknya akan melakukan intervensi mulai dari mengalokasi dan pengembangan kapasitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa di Kepulauan Meranti.

"Kita sudah mulai dari beberapa tahun yang lalu, stunting saat ini menjadi perhatian khusus bagi Tanoto Foundation," ucapnya.

Stakeholder Relation Manager PT. RAPP, Susilo Sudarman menyampaikan bahwa perusahaan sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menurunkan angka prevalensi stunting, sebagai bagian dari komitmen visi keberlanjutan perusahaan atau APRIL 2030 yaitu kemajuan inklusif melalui program pemberdayaan masyarakat yang transformatif.

"Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari MoU Percepatan Penurunan Stunting Serta Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar antara Pemkab Meranti dengan  PT RAPP pada bulan Juli yang lalu. Semoga output dari kegiatan ini bisa tercapai kedepan nantinya," imbuh Susilo.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Irmansyah mengatakan berdasarkan data survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebesar 23.3 persen yaitu di atas rata-rata prevalensi stunting Provinsi Riau.

"Untuk itu kita harus mampu menyusun strategi yang jitu agar menghasilkan suatu konsep yang mujarab untuk mengatasi stunting di Kepulauan Meranti," harap Irmansyah.

Untuk diketahui bersama, bahwa Kepulauan Meranti merupakan satu dari dua kabupaten Lokasi Prioritas Kemiskinan Ekstrem di Propinsi Riau dengan tingkat kemiskinan tahun 2021 sebesar 25,68% dan miskin ekstrem sebesar 5,53% atau 10.500 jiwa. Kemiskinan mengakibatkan terjadinya kelaparan dan kurang gizi, sehingga melahirkan anak dan balita stunting.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Kadis Sosial, M. Kardafi, perwakilan PT. RAPP, perwakilan Tanoto Foundation, perwakilan Yayasan Cipta, OPD terkait dan undangan lainnya.***