PEKANBARU - Puluhan penyair, pejabat daerah, pelajar, hingga tokoh sastra nasional berkumpul di Anjungan Kampar Bandar Serai, Kota Pekanbaru, Jumat (17/7/2026). Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menandai perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun 2026 yang diinisiasi oleh Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan konsep ruang setengah terbuka. Para peserta saling bergantian membacakan karya sastra sembari menikmati hidangan sederhana berupa kopi dan aneka rebusan. Rangkaian acara juga diisi dengan pemutaran video dokumenter sejarah lahirnya peringatan HPI.
Riau sebagai Rahim Hari Puisi
Dalam sambutannya, perwakilan panitia pelaksana yang juga saksi deklarasi HPI, Kazzaini Ks menekankan posisi penting Provinsi Riau dalam perjalanan sastra nasional. Ia mengapresiasi konsistensi KSB Rumah Sunting yang terus menggerakkan kegiatan sastra hingga ke pelosok desa di berbagai kabupaten dan kota.
"Hari Puisi Indonesia penting bagi Riau, karena Riau termasuk penggagas dan menjadi tempat deklarasi. Semoga setiap tahun kita bisa merayakan HPI, juga sebagai jalan bersilaturahmi," tutur Kazzaini.
Pernyataan senada disampaikan oleh inisiator HPI, Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi. Ia mengingatkan kembali peran historis daerah tersebut terhadap perkembangan literasi puisi di Tanah Air.
"HPI ada karena Riau. Kalau tidak ada Riau, tidak akan ada HPI. Maka sudah semestinya kita menjaga api semangat dan gelora kebesaran HPI secara bersama-sama," tegas Rida.
Dipercepat untuk Pacu Semangat Daerah Lain
Puncak peringatan HPI secara nasional sejatinya jatuh setiap tanggal 26 Juli. Namun, Founder KSB Rumah Sunting, Kunni Masrohanti menjelaskan alasan perayaan tahun ini sengaja diselenggarakan lebih awal.
"Semoga kawan-kawan penyair dan komunitas lain di seluruh Indonesia bisa turut merayakannya. Semakin banyak yang merayakan Hari Puisi, semakin puisi merakyat dan dicintai masyarakat luas," jelas Kunni.
Dihadiri Tokoh Lintas Kalangan
Selain para seniman, acara ini turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga dan tokoh masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr Umi Kulsum, SS MHum, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Kristanto Januardi, SS MM, serta Anggota DPRD Riau, Dodi Irawan dan Abdullah. Hadir pula Pengurus Yayasan HPI Jakarta, Willy Ana.
Berikut adalah daftar nama tokoh, seniman, dan perwakilan komunitas yang turut tampil membacakan puisi dalam perayaan HPI 2026 di Pekanbaru:
- Imam Panggung Toktan, A Aris Abeba
- Fakhrunnas MA Jabbar
- Husnu Abadi
- Hang Kafrawi
- Ketua Dewan Kesenian Riau, Jefry Al Malay
- Kazzaini Ks
- Kunni Masrohanti
- Pimpinan TBM Mentari Sago, Mulyati Umar
- Rida K Liamsi
- Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Taufik Ikram Jamil
- Syafruddin Saleh Sei Gergaji
- Willy Ana
- Anggota DPRD Riau, Dodi Irawan
- Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Kristanto Januardi, SS MM
- Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr Umi Kulsum, SS MHum
- Fachri Yasin
- Permaisuri Kerajaan Rokan, Sri Mekka
- Perwakilan Sanggar Matan, Dang Mawar
- Perwakilan Riau Sastra, Azhar Gulthom
- Duta Baca Riau 2025, Wahyu Oktafiani
- Duta Bahasa 2025, Dini Novira
- Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kota Pekanbaru, Abdul Hapiz AR
- Perwakilan Forum Lingkar Pena Riau, Siti Zubaidah
- Siswi SMPN 50 Pekanbaru, Alya Sapri Nayla
- Perwakilan Galeri Hang Nadim, Cak Winda
- Perwakilan Komunitas Pena Terbang, Muhammad Asqalani Eneste, Eko Ragil, Lailywati, dan Kasih Putri Pane
- Perwakilan TBM Cahaya Rumah, Muhammad Tegar dan Nyi Ayu Siti Julaiha
- Perwakilan Ekskul Sastra Al Huda dan TBM Cahaya Rumah, Alif Israqi, Revi Maulana Setiawan, serta Nawaitu Fliora Linchpin
- Siswa SMPN 13 Pekanbaru, Khori dan Afdalul Fahri


