PEKANBARU - Penyekatan dan pengalihan arus disejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru menjadi keluhan banyak warga. Hal ini dikarenakan warga harus terjebak kemacetan dan berputar-putar arah, sehingga menghabiskan waktu lebih lama saat berkendara di jalan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menjelaskan bahwa pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di daerah, sebagai bentuk keprihatinan akan penyebaran kasus Covid-19 di Pekanbaru.

Apalagi Kota Pekanbaru masih fluktuatif berada di antara zona merah dan orange. Dimana tingkat resiko penularan Covid-19 masih tinggi dan sedang.

"Intinya, ini adalah keprihatinan pemerintah pusat kepada daerah yang penyebaran Covid-19 masih tinggi. Maka dilakukan PPKM," ujarnya, Selasa (3/8/2021).

Ia menjelaskan, kasus Covid-19 di Provinsi Riau, sekitar setengahnya merupakan kasus yang berada di Kota Pekanbaru. Dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru merupakan penyumbang angka kasus Covid-19 terbesar.

"Kasus Covid-19 ini, 50 persennya merupakan kasus di Kota Pekanbaru. Maka dari itu diberlakukan PPKM level 4, dan salah satu strateginya adalah penyekatan jalan," jelasnya.

Sementara itu, seperti diketahui bahwa Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa PPKM Level 4 akan kembali dilanjutkan hingga 9 Agustus 2021. Perpanjangan PPKM ini diberlakukan di sejumlah daerah kabupaten/kota. ***