PEKANBARU, GORIAU.COM - Keributan di Bandara Sultan Syarif Kasim antara anggota DPRD dengan pihak Air Asia (bukan Garuda Indonesia seperti diberitakan sebelumnya), Jumat (24/5/2013) pukul 20.00 Wib, akhirnya tanpa penyelesaian. Setelah pihak bandara mengeluarkan pengumuman pukul 21.00 Wib, bahwa Air Asia akan berangkat Sabtu pukul 05.00 Wib, akhirnya penumpang turun dan meninggalkan bandara begitu saja.
Penumpang yang terlihat kesal, hanya bergegas meninggalkan bandara Sultan Syarif Kasim II dan sebagian tak bersedia memberi keterangan. Termasuk sebagian besar anggota DPRD Riau.
Dalam rombongan yang telantar tersebut terdapat 25 anggota DPRD Riau dari total 145 penumpang pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 8029 dengan tujuan Medan. Kabarnya mereka sempat terlantar selama lebih delapan jam di Bandara Sutan Sarif Kasim II Pekanbaru. Penundaan demi penundaan terus terjadi padahal rencana pertama mereka akan berangkat pukul 12.20 WIB, lalu diulur hingga sore bahkan sampai malam ternyata tetap tak berangkat.
Bahkan menurut penumpang yang tidak terima bila diberangkatkan berbeda hari, mereka sudah sempat naik pesawat Air Bus milik maskapai Air Asia tersebut, namun kemudian disuruh turun kembali.
Namun informasi yang diperoleh dari staf Sekwan DPRD Riau, mereka akhirnya tidak akan memilih Air Asia untuk berangkat dan sudah memesan tiket untuk pesawat lainnya.
Terlihat dari penumpang yang meninggalkan bandara dari DPRD Riau adalah Johar Firdaus, Indra Isnaini, Zukri Misran, Eddy Yatim, Iwa Sirwani Bibra.
Sementara itu, anggota DPRD Indra Isnaini di pintu keluar hanya mengatakan Air Asia tak profesional dan tidak mampu memberikan pelayanan terbaik. ''Jika memang tak berangkat, harus ada solusi bukan membiarkan begitu lama,'' ujarnya.
Sementara itu beberapa anggota DPRD lainnya tidak bersedia memberi keterangan dan memilih langsung meninggalkan bandara tanpa mau menjelaskan persoalan yang terjadi saat mereka mempersalahkan pihak bandara dan maskapai penerbangan. (***/nti)