SELATPANJANG, GORIAU.COM - Para pengusaha home industri di Kepulauan Meranti terutama usaha kuliner membutuhkan bantuan pemasaran produk mereka. Saat ini hasil produksi mereka baru bisa dipasarkan secara terbatas saja, yakni di Kota Selatpanjang.


Berbagai jenis kuliner produksi home industri di Kepulauan Meranti memang sudah berkembang. Hasil kreatifitas masyarakat dan dorongan beberapa pihak telah menghasilkan berbagai macam panganan yang memiliki nilai jual dan cukup dikenal di luar daerah.
Berbagai produk tersebut mulai dari, mie sagu, kerupuk udang, brownies sagu, kopi luwak sempian, naget dan bakso lomek, lomek kering dan udang belah.
Edie Brow, salah seorang pengusaha brownies sagu di Kepulauan Meranti, mengaku saat ini pihaknya memang terkendala pada proses pemasaran. Hasil produksinya baru bisa dijual di gerai-gerai yang ada di Kota Selatpanjang ataupun pada pameran-pameran.
"Sejauh ini ya di Selatpanjang, di Jakarta atau kota lainnya hanya ketika pameran kita pasarkan. Kita berharap ada upaya tertentu dari pemerintah maupun pihak lain sehingga produk-produk kami ini dapat dipasarkan lebih luas," ujarnya belum lama ini.
Senada dengan Desi, pengusah kecil menengah di Kota Selatpanjang ini mampu memproduksi ratusan kilogram mie sagu dalam satu minggu dengan dibantu 3 karyawannya. Ia mengaku hasil produksinya banyak dikirim untuk dijual ke luar daerah, namun tidak semua permintaan dapat dipenuhi karena terkendala proses pemasaran.
"Untuk memenuhi permintaan dari luar daerah tentunya kita disibukkan dengan proses pengiriman. Ini yang sering merepotkan karena masalah transportasi, sehingga kita lebih memilih memasarkan di Selatpanjang saja," sebutnya.
Saat ini baru kue semprong produk home industri di Selatpanjang yang sudah mendapat pasar pasti dengan ekspor ke Singapura.***