PALU – Gadis berusia 16 tahun korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oknum perwira polisi berinisial Ipda MKS dan 10 pria dewasa lainnya di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami infeksi pada rahimnya, sehingga dokter merencanakan melakukan pengangkatan rahim gadis tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, operasi pengangkatan rahim remaja putri itu dijadwalkan dilakukan pekan depan di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu. Karena kondisi gadis tersebut semakin membaik, kemungkinan operasi pengangkatan rahimnya dibatalkan.

"Tadi malam diskusi kami dengan dokter yang  akan menangani korban  sangat menggembirakan," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu, drg Hery Mulyadi, Jumat (2/6/2023).

"Operasi itu dilakukan jika memang perkembangannya tidak membaik. Jika infeksinya sudah sampai pada titik yang memburuk tentu akan diangkat. Tetapi tidak ada tanda ke sana," sambungnya.

Korban pemerkosaan didiagnosa mengalami infeksi di rahim dan terdapat tumor saat dirujuk sepekan lalu. Namun, setelah diberikan obat, kondisi korban pemerkosaan itu terus membaik.

Kasus pemerkosaan ini mencuat setelah diberitakan media. Hingga kini, baru 7 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tiga terduga lainnya masih buron. Sedangkan perwira polisi berinisial MKS berpangkat  Inspektur Dua (Ipda) sudah diamankan di Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) Polda Sulteng, namun berstatus tersangka.***