
PEKANBARU – Pengamat pendidikan yang juga guru besar Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Zetriuslita SPd., MSi, menyarankan Pemerintah Provinsi Riau meninjau ulang penerapan sistem zonasi, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Dalam pandangannya, sistem zonasi memiliki dampak yang kurang bagus terhadap kualitas dan perkembangan pendidikan di Riau.
Salah satunya, sistem zonasi membuat tidak ada lagi yang namanya sekolah unggulan.
"Yang patut disayangkan, saat ini banyak sekolah swasta yang kualitasnya bahkan lebih bagus lebih dibandingkan sekolah negeri, " paparnya, Senin (3/6/2024).
Seharusnya, SMA dan SMK negeri menjadi instrumen pendidikan yang akan menyaring generasi penerus di Riau, khususnya sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama yang ada di Tanah Air.
Zetriuslita kemudian membandingkan ketika dulu, saat masih ada sejumlah SMA dan SMK unggulan di Riau. Banyak di antara siswanya yang berhasil masuk dan diterima perguruan negeri ternama di Tanah Air .
"Tapi sekarang kondisinya berbeda karena sistem zonasi ini. Banyak siswa yang memiliki kemampuan intelektual lebih, tapi tidak dapat masuk ke sekolah unggulan tersebut," paparnya lagi.
Menurut hematnya, bila sistem zonasi masih berlanjut, akan sangat berdampak negatif kepada kualitas dunia pendidikan kedepannya
"Sebaiknya pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, meninjau kembali sistem zonasi ini. Sebab pemerintah daerah juga punya wewenang sendiri dalam menerapkan sistem penerimaan siswa baru," ujarnya lagi.
Kualitas Pengajar
Selain itu, Zetriuslita juga mengingatkan pemerintah daerah untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas SDM tenaga pengajar. Sebab merekalah yang sangat berperan dalam melahirkan generasi penerus yang berkualitas.
Selain itu, tidak ada salahnya jika pemerintah daerah melakukan terobosan dengan merangkul para akademisi, sehingga ada masukan dan saran bagaimana memajukan dunia pendidikan di Riau. ***