JAKARTA - Sejumlah voters mulai menyuarakan dukungan untuk AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Jakarta, 16 Februari 2023 mendatang.

LaNyalla yang kini menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, bukan nama baru di federasi sepak bola nasional. Pada saat menjabat Ketua Umum PSSI 2013 sampai 2016, LaNyalla memiliki target membuat kaya klub-klub yang ada di Tanah Air.

Hal tersebut diungkapkan oleh Eddy Moelyo dari Persikab Kabupaten Bandung. "Saya sebagai pemilik klub Liga 2 yakin Pak LaNyalla akan bisa mengakomodir keinginan para klub. Saya tahu rekam jejak beliau dalam mengelola persepakbolaan nasional. Beliau sangat profesional dan berpengalaman," ujarnya, Kamis (19/1/2023).

Menurutnya, pemilik klub-klub Liga 2 butuh stimulus atas berhentinya kompetisi. "Dan Pak LaNyalla punya pandangan ke depan sangat bagus bahwa beliau telah menyiapkan stimulus tersebut berupa solusi konkret bergulirnya kompetisi Liga 2 serta pengembangan industri sepakbolanya," terangnya.

Ia pun yakin dengan mendukung pria asal Bugis itu tata kelola sepakbola Indonesia jatuh ke orang yang tidak salah. Menurutnya, pengalaman LaNyalla mengelola PSSI dengan beragam prestasi bisa dijadikan acuan jika pria yang lahir di Jakarta dan besar di Surabaya itu merupakan orang yang tepat untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia.

"LaNyalla bukan nama baru di sepakbola. Pak LaNyalla sudah menanyakan soal kompetisi klub liga 2, sudah saya sampaikan secara objektif posisi klub liga 2 ini memang mayoritas menghendaki untuk kompetisi dihentikan. Dan akan digelar kembali dengan operator baru" katanya.

Menurutnya, klub Liga 2 yang berkompetisi dan mengeluarkan biaya milyaran itu bekerja untuk PT LIB, yang notabene operator PT LIB ini bukan milik Liga 2 tapi milik Liga 1. Karena Liga 2 bukan pemegang saham di PT LIB.

"Maka dari itu secara objektif Pak LaNyalla mendukung bahwa Liga 2 harus dibuat operator sendiri dan yang memegang saham para klub di Liga 2," katanya.

Eddy Moelyo menambahkan, posisi strategis Pak LaNyalla sebagai ketua lembaga tinggi negara menjadi point plus bagi sepakbola Indonesia.

"Jika Ia menjadi Ketua Umum PSSI, Ia akan dengan mudah mengimplementasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 untuk dijadikan program kerja beliau yang tentunya akan memajukan sepakbola Indonesia," tukasnya.

Seperti diketahui, LaNyalla sapaan akrabnya, sempat menjabat Komite Eksekutif (Exco). Lalu ia menjabat sebagai Ketua Umum PSSI-KPSI periode 2011-2013.

Ia terpilih melalui Kongres Luar Biasa/KLB (Extra Ordinary Congress) yang diprakarsai Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu 18 Maret 2011.

Kemudian menjabat Wakil Ketua Umum PSSI periode 2013-2015. Pada periode tersebut, LaNyalla juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sepak Bola Indonesia.

Selanjutnya, LaNyalla menjabat Ketua Umum PSSI dari tahun 2015 hingga 2016. LaNyalla menjabat kursi tertinggi di PSSI itu usai terpilih lewat Kongres Luar Biasa PSSI yang dihelat di Surabaya.

Politikus asal Jawa Timur itu menang voting sebanyak 94 suara. Suara tersebut, memastikan LaNyalla berada di tampuk kekuasaan atas PSSI. ***