PEKANBARU - Dinas Pertambangan dan ESDM Provinsi Riau menggagas Riau Energi Saving Goverment Office (Resgo) untuk menghemat penggunaan daya pemakaian listrik. Ini diharapkan dapat menekan 10-20 persen tagihan listrik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang sempat mencapai Rp38 miliar per tahunnya.

"Kami membuat satu aplikasi online yang terhubung langsung dengan PLN. Ini terintegrasi lewat website resmi Riau.go.id. Sehingga, berapa kebutuhan dan penggunaan daya masing-masing SKPD bisa dipantau," ungkap Kadistamben dan ESDM Provinsi Riau, Syahrial Abdi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (26/10/2016).

Aplikasi hemat listrik ini pun sekaligus dapat menjadi solusi keresahan Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA dalam Diskusi Forum Ketahanan Energi Nasional di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (8/9/2016) mengeluhkan persoalan kelistrikan di Riau.

Diskusi yang dibuka Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ini dihadiri pula oleh Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (Ikal) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, Ketua Komisi VII DPR RI, Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Dalam paparannya Luhut mengungkapkan buruknya manajemen energi di Indonesia dan perlahan harus itu harus dibereskan. Terutama, harus dikuatkan komitmen untuk menguntungkan negara. "Ingat team work (kerja sama tim, red) harus jalan. Jika tidak, maka sasaran dan kinerja kita tidak akan tercapai," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, PT PLN (Persero) bersama konsorsium kontraktor yang dimotori PT Rekayasa Industri (Persero), sejak 2011 lalu telah memulai pekerjaan fisik pembangunan pembangkit listrik di Riau dengan kapasitas 2 x 100 megawatt yang berlokasi di Tenayanraya Kota Pekanbaru.

Selain percepatan penyelesaian pembangkit listrik Riau, PT PLN juga sedang berupaya melakukan percepatan untuk penyediaan transmisi jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV dari GI Teluklembu ke pembangkit tenaga listrik uap (PLTU) di Tenayanraya yang berjarak sekira 8 km dengan jumlah tower yang diperlukan sebanyak 27 unit.

Persoalan kelistrikan di Riau baru akan bisa mendekati normal sebesar kebutuhan beban puncak pemakaian jika tahun 2016 ini seluruh pemerintah daerah yang didukung pemerintah provinsi mendorong PT PLN mewujudkan penambahan pasokan 2x100 MW yang bakal dihasilkan oleh PLTU Tenayanraya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Riau Syahrial Abdi, belum lama ini mengemukakan, gardu induk adalah alat yang langsung mengaliri listrik ke rumah tangga. Gardu induk berfungsi untuk memecah arus dan mengaliri listrik ke rumah tangga," katanya.

Menurut Syahrial, saat ini Riau membutuhkan 19 gardu induk untuk mengatasi krisis listrik di daerahnya dari jumlah yang yang ada saat ini yaitu 8 gardu induk. Pemerintah provinsi telah mengajukan kepada PLN untuk pembangunan gardu induk. Namun, masih terkendala oleh proses investasi PLN yang membutuhkan waktu.

Akibatnya, Riau saat ini mengalami defisit listik mencapai 8.000 MW. Beberapa daerah masih menggunakan mesin diesel sendiri, seperti di daerah pesisir. Bahkan ada beberapa daerah yang sama sekali masih menggunakan lilin atau sama sekali tidak menggunakan listrik.

Dinas Pertambangan ESDM Provinsi Riau Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan akan terus melaksanakan kegiatan pengadaaan fasilitas listrik. Dalam hal ini berupa pembangunan tiang, jaringan listrik dan travo di 12 lokasi yang tersebar di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di antara lokasi yang akan direncanakan pembangunan tersebut adalah:

Pekanbaru di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kecamatan Rumbai Bukit, Kabupaten Kampar (di Dusun IV Koto, Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu), Kabupaten Pelalawan (dari Kelurahan Telukmeranti ke Desa Telukbinjai Kecamatan Telukmeranti, dari Desa Telukbinjai ke Petodaan Kecamatan Telukmeranti).

Kemudian, Kabupaten Siak (di Kampung Sengkemang, Desa Empangpandan, Kecamatan Kotogasib, Desa Sungai Gondang, Kecamatan Kandis), Kabupaten Indragiri Hulu (Desa Rimbaseminai, Kecamatan Rakitkulim, Desa Talang Duriancacar, Kecamatan Rakitkulim).

Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir di Desa Sungai Rabit, Kecamatan Kempas, Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling. Untuk Kabupaten Rokan Hilir pembangunan tiang, jaringan listrik dan travo dilakukan di Kepenghuluan Bukitselamat, Kecamatan Simpang Kanan. (Adv/Rat)