PEKANBARU, GORIAU.COM - Gejolak massa pengunjuk rasa masih terus berlanjut untuk menentang kebijakan pemerintah, yang berencana mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, belum ketok palu keputusan menaikan harga BBM tersebut, sejumlah kios bensin eceran di Pekanbaru sudah mendahului keputusan pemerintah tersebut.

Terbukti, sejumlah pemilik kios bensin eceran di Kota Bertuah ini mulai menaikkan harga. Biasanya, satu liter bensin dijual Rp6000. Sejak dua hari lalu, harga melonjak menjadi Rp7000 perliternya. Tidak sedikit pula pelanggan bensin eceran mengeluhkan persoalan ini.

Linda (19) misalnya. Warga jalan Lily Sukajadi, Pekanbaru ini mengaku terkejut saat mengisi tank bensin sepeda motornya, Selasa (18/6/2013) malam di sebuah kios bensin eceran jalan tersebut.

"Saya kira masih enam ribu, rupanya naik. Padahal pemerintah entah jadi menaikkan harga entah tidak. Itulah orang awak nih," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami Surya (27). Warga jalan Jendral ini mengaku kesal ketika pemilik kios bensin eceran daerah itu meminta bayaran Rp7000 per liter. Padahal dia membawa uang hanya Rp6000. Untung saja tinggal dekat di lokasi kios bensin eceran itu, Surya harus menjemput uang ke rumahnya Rp1000 lagi.

Berbeda dengan Iyet (30). Ia mengaku di kawasannya jalan Durian, harga bensin eceran sudah naik sejak dua hari lalu. Hal itu dipicu dengan isu kenaikan BBM, sehingga di SPBU sendiripun antriannya mengular.

"Dari pada antri berlama-lama gak apa-apalah beli bensin ketengan tujuh ribu," akunya.

Pantau media ini, memang terjadi antrian panjang di setiap SPBU di Pekanbaru. Misalnya di SPBU jalan Durian Sukajadi, sore sekitar pukuk 17.00 WIB, terlihat antrian sepeda motor mengular sampai ke pinggir jalan Durian itu. Begitupun bagi mereka yang hendak mengisi BBM dengan mobil.

Pemandangan serupa juga terjadi diberbagai SPBU lainnya, seperti SPBU Sudirman, Arifin Achmad dan di jalan Arengka.(kha)