SIAK - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka adalah ujung tombak perputaran ekonomi dalam negeri. Untuk itu, Pemkab Siak ingin pelaku UMKM di Kabupaten Siak harus bangkit dan produktif kembali. Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM baru, Pemkab Siak menganggarkan Rp6,4 miliar untuk tahun depan.

Wakil Bupati Siak, Husni Merza mengatakan Pemkab Siak dalam strategi pencapaian misi RPJMD tahun 2021-2024 menargetkan pertumbuhan 1.000 UMKM baru pertahun. Sementara itu, dari data yang diambil Kabupaten Siak UMKM yang ada sampai Desember 2020 sebanyak 15.771 usaha, 1.027 usaha kecil dan 13 usaha menengah.

“Di tahun 2022, Pemkab Siak menganggarkan Rp6,4 miliar untuk mendukung penumbuhan usaha mikro baru dengan masing-masing Kampung di 14 Kecamatan dengan harapan akan terciptanya one village one product dari masing-masing kampung. Saya berharap juga pandemi Covid-19 ini tidak membuat pelaku UMKM di Kabupaten Siak lesu,” kata Husni Merza belum lama ini.

Menurut Husni Merza, di masa pandemi Covid-19, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi yang tak pasti. Naasnya, UMKM juga menjadi kelompok yang rentan di tengah situasi pandemi. Tak sedikit UMKM jatuh tengkurap akibat badai ini. Misalnya saja, warung-warung kecil yang terpaksa tutup karena sepi pembeli.

“Pelaku UMKM yang masih bertahan juga tak luput dari ancaman kesehatan yang terus menghantui. Setiap hari, mereka melayani dan bertransaksi dengan banyak orang silih berganti. Kontak fisik tak bisa mereka hindari sehingga penularan virus rentan terjadi,” tuturnya. (Iwa)