
TANJUNG BUTON, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Siak bersama Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Tanjung Buton sebagai salah satu outlet pelabuhan yang diproyeksi akan menjadi salah satu lokomotif pembangunan ekonomi di Propinsi Riau.
''Dengan didukung letak geografis Tanjung Buton yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera serta berdekatan dengan Selat Malaka sebagai salah satu kawasan padat lalu lintas laut di dunia, diharapkan akan memberikan nilai tambah tersendiri dalam memacu percepatan pembangunan bidang ekonomi di Kabupaten Siak,'' ujar Bupati Siak Drs H Syamsuar saat meresmikan pengoperasian perdana pelabuhan Tanjung Buton yang terletak di Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Selasa siang (5/2/2013).
Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Siak beserta anggota, Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Kementerian Perhubungan RI beserta rombongan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau, Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Provinsi Riau, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau beserta jajaran, Wakil Bupati Siak, para pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Siak dan Bengkalis, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Staf Ahli, Asisten, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian dan Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, perwakilan dunia usaha, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, cerdik pandai, alim ulama, serta undangan.
Bupati Siak juga mengatakan pelabuhan ini merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu, sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai akses kapal bersandar, berlabuh, naik-turun penumpang, bongkar muat barang, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar modal transportasi.
"Pembangunan pelabuhan memiliki arti penting dan bermakna strategis, karena selain menjadi akses kegiatan penyeberangan orang dan penumpang, keberadaan Pelabuhan Tanjung Buton juga menjadi akses penyeberangan barang dan jasa, baik dari maupun menuju Tanjung Buton. Pembangunan pelabuhan juga akan banyak memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar khususnya, serta bagi Kabupaten Siak pada umumnya" pungkas Bupati.
Pelabuhan Tanjung Buton nantinya juga diwacanakan menjadi pelabuhan alternatif untuk kegiatan bongkar peti kemas selain Pelabuhan Dumai karena status yang disandangnya sebagai Pelabuhan Internasional.
Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Siak, Kawasan Tanjung Buton telah ditetapkan sebagai Pusat Pengembangan Industri yang diharapkan dapat mendorong perekonomian dan perbaikan insfrastruktur Industri di Kabupaten Siak. Salah satu peran pemerintah adalah bertindak sebagai fasilitator dalam pembangunan, yang mempunyai tugas membangun fasilitas dan infrastruktur bagi dunia industri, salah satunya diwujudkan melalui Pembangunan Pelabuhan Tanjung Buton.
Berdasarkan surat dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tanggal 27 Juli 2012, Nomor: PP 10/ 3/ 3/ DP-12, Perihal: Ijin Operasional Sementara, maka Pelabuhan Tanjung Buton dapat dilakukan operasional sementara dalam rangka menunjang aktivitas kebutuhan masyarakat terhadap Pelabuhan Tanjung Buton.
"Sehingga dengan dikembangkannya Kawasan Industri Tanjung Buton ini, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan daerah Kabupaten Siak. Beberapa dampak positif tersebut antara lain memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, mengurangi ketergantungan akan akses transportasi dengan daerah lain serta meningkatkan pendapatan bagi daerah,'' terang Bupati. (sks)