MAKASSAR, GORIAU.COM - Kota Pekanbaru masuk dalam satu dari dua kota di Indonesia yang diusulkan menjadi ibukota baru bagi Negara Indonesia masa datang sesuai dengan penilaian Tim Visi Indonesia 2033. Selain Pekanbaru, kota lainnya adalah Makassar. Namun Pekanbaru lebih diunggukan karena tidak rawan gempa.


Ketua Tim Juri Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) sekaligus anggota Tim Visi Indonesia 2033, Jehansyah Siregar, mengatakan, Pakanbaru merupakan kota kedua yang akan diusulkan menjadi ibu kota negara yang baru setelah Makassar.


''Makassar yang pertama karena ibukota Sulawesi Selatan itu memiliki letak geografis dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta perjalanan sejarah menjadi nilai tambah,'' ujar Jehansyah Siregar, Rabu (9/10/2013).


''Jadi bukan memindahkan ibu kota negara, tetapi mencari ibu kota negara baru yang lebih strategis, dan Makassar punya kesiapan lebih matang dengan segala kelebihannya. Dalam kesempatan ini pula kami meminta kesanggupan pemerintah provinsi jika nantinya menjadi ibu kota negara baru," katanya.


Jehansyah bersama tim juri lainnya berkunjung ke Kantor Gubernur Sulsel. Mereka disambut Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang di ruang kerjanya.


Saat ditanya soal kesiapan menjadi ibu kota negara, Agus dengan optimistis menegaskan Makassar siap.


Konsep Kota Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) yang telah disahkan melalui Keppres Nomor 55 juga menjadi peluang utama kota ini menjadi ibukota baru.


Walau demikian, Jehansyah meminta dilakukan peningkatan, khususnya di sektor tata kelola pemerintahan dan perundang-undangan, karena itu menjadi prasyarat utama menjadi ibu kota negara.


"Secara histori, Makassar telah menjadi pusat pemerintahan di masa lalu, selain Malaka dan Batavia, itu modal utama," tuturnya.


Namun begitu, masih riskannya Makassar dan sekitarnya diterpa gempa merupakan titik terlemah bila dibandingkan dengan Pekanbaru. ''Tapi ini hanya soal teknis, tinggal bagaimana nantinya mengelola kota dengan konsep antigempa. Kita belajarlah dari Jepang yang hampir seluruh wilayahnya riskan terkena gempa,'' imbuhnya.


Sementara itu, Agus Arifin Nu'mang menilai memilih ibukota negara yang baru memang wajar. Dia bahkan menilai, harusnya saat ini khusus untuk kementerian tidak perlu lagi berpusat sepenuhnya di Jakarta, misalnya Kementerian Pertanian bisa dipindahkan ke Makassar karena daerah ini mengedepankan sektor perkebunan.


"Kami secara harfiah sangat siap mejadi ibu kota negara, hanya saja kendala saat ini ada di moda transportasi yang masih terdapat banyak kekurangan, sementara memang kami baru membangun rel kereta api dan sejumlah program peningkatan moda transportasi, di sektor angkutan laut dan udara pada dasarnya telah memadai," kata Agus.


Selain digadang-gadang menjadi ibu kota negara, Sulsel pun tahun ini menjadi provinsi lima besar terbaik dalam PKPD-PU, bersaing dengan Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. "Sulsel menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa yang sejauh ini telah hampir rampung RTRW-nya (rencana tata ruang tata wilayah)," kata dia. ***