
PEKANBARU- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau Emrizal Pakis memastikan, 350 atlet yang mengikuti 35 cabang olahraga di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 di Bandung, Jawa Barat, bulan September 2016 nanti, semuanya merupakan putra-putri Riau. Kendati ada beberapa atlet yang kembali ke daerah masing-masing setelah memperkuat Riau pada PON ke-18 di Pekanbaru tahun 2012 lalu, namun Emrizal memastikan tidak akan memutasi atlet-atlet berprestasi dari luar Riau.
"Meski ada beberapa atlet yang kembali ke daerah masing-masing, tapi kita tak lagi mengambil atlet-atlet yang berprestasi dari luar. Kalau serius, kita yakin atlet daerah yang kita miliki ini mampu berkiprah di PON nanti," kata Emrizal kepada GoRiau.com, Senin (11/4/2016).
Dia menyebutkan, ada beberapa atlet yang selama ini bergabung dengan Riau, namun sudah kembali ke daerahnya, seperti Yon Mardiyono (Tenis Meja), I Gede Simon (Renang), dan sejumlah atlet lainnya. Kendati demikian, Emrizal tetap optimis kontigen Riau mampu mengukir prestasi di PON 2016 nanti.
"Melihat peta kekuatan yang kita miliki saat ini, target kita masuk 10 besar di PON Jawa Barat nanti," jelasnya.
Target itu cukup beralasan, kata Emrizal, selama mengikuti iven kejurnas dan pra PON, prestasi atlet-atlet Riau cukup memuaskan. Bahkan, Megawati (Anggar) dan Juanda (Pencak Silat) mampu meraih medali emas.
"Juanda ini prestasinya luar biasa lagi, dia peraih medali emas di Sea Games. Selain itu, kita juga punya atlet regenerasi, seperti Azzahra di cabang renang. Gadis 14 tahun ini mampu mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional, juara di Marsaille, Prancis," jelasnya.
Selain itu, cabang olahraga yang menjadi andalan Riau di PON nanti, diantaranya angkat berat, dayung, menembak, silat, tinju, tekwondo, judo dan takraw.
"Cabang lainnya memang kita tak pasang target, karena prestasinya masih tingkat wilayah. Tapi, tak tertutup kemungkinan mereka bisa meraih prestasi di PON nanti," ujarnya.
Untuk mencapai target 10 besar itu, Emrizal mengaku sudah melakukan berbagai terobosan-terobosan, diantaranya, memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan, seperti Pra PON dan Porwil.
"Bahkan, ada beberapa pelatih yang kita ambil dari luar. Dayung kita isolasi di Training Camp Koto Panjang dan balap sepeda latihannya di Bandung. Selain itu juga dilakuakn tahap TC berjalan, TC penuh dan kita bantu suplemen dan vitamin yang cukup," pungkasnya.(***)