SIAK SRI INDRAPURA -  Sebanyak 321 warga binaan dari Rumah Tahanan Kelas II B Siak Sri Indrapura sudah dipindahkan ke tempat penahanan atau lembaga pemasyarakatan di kabupaten/kota lain di Provinsi Riau pasca kerusuhan dan kebakaran.

"Sebanyak 321 dievakuasi ke kabupaten/kota lain yakni ke Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Bengkalis dan Dumai," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Siak, Kompol Abdullah Hariri di Siak, Sabtu (11/5/2019).

Rinciannya ke Lapas perempuan di Pekanbaru 26 orang, Lapas Pekanbaru 152 orang, Rutan Anak Rumbai Pekanbaru 12 orang. Selanjutnya ke Lapas Bangkinang dipindahkan 81 warga binaan, ke Lapas Bengkalis 45 orang, dan ke Lapas Dumai 5 napi.

Oleh karena itu, lanjut wakapolres masih ada sekitar 290-300 yang masih di Rutan Siak, Gedung Maharatu, dan di Markas Kepolisian Sektor Siak. Rencananya lepas magrib ini kata dia akan dievakuasi semuanya menggunakan 5 unit bus.

Ads
"Karena tidak memungkinkan lagi rutan ini dihuni oleh narapidana," imbuh Wakapolres Siak. 

Sementara untuk narapidana yang masih kabur diperkirakan saat ini berjumlah 25 orang. Mereka masih dalam pencarian petugas baik dari Wilayah Siak maupun luar bersama juga dengan masyarakat membantu.

Sebelumnya jumlah warga binaan di Rutan Siak adalah 648 orang yang tentu saja termasuk kelebihan kapasitas. Pasalnya kapasitas seharusnya hanya untuk 125 orang.

Pantauan di lapangan terlihat banyak anggota keluarga warga binaan memadati Rutan Siak. Ada yang sambil berurai air mata ketika keluarga bisa bertemu dan akhirnya dievakuasi ke kabupaten/kota lain.

Tidak hanya itu, bahkan ada juga yang belum bertemu dengan anggota keluarganya yang menjadi warga binaan. Salah satunya, Emy yang mengaku dari Perawang sejak pagi belum bertemu suaminya yang menjadi narapidana.

"Belum bertemu, di Gedung Maharatu katanya juga tidak ada. Mungkin masih di dalam Rutan Siak, takutnya ikut kabur tapi saya harap tidak. Tunggu saja dulu," ujarnya.***