SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Eka Agus Setianingsih (20) sangat gembira mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru. Ia merupakan alumni SMK N 1 Menpura Kabupaten Siak, Riau dan tergolong keluarga kurang mampu secara finansial.

Syaratnya, ia harus mendapat surat keterangan dari pihak sekolah. Untuk itu, Rabu pagi (30/10/2013) Eka datang ke SMK N 1 Menpura. Ia menyampaikan hajatnya tersebut. Namun sayang, Eka tidak mendapatkan pelayanan yang menyenangkan dari sekolah.

Menurutnya, pihak TU tidak bersedia memberikan surat keterangan tersebut. Dengan alasan, tidak mengetahui format surat yang diminta. "Lantas, dia menyuruh saya menghadap Kepala Sekolah. Tapi, Kepala Sekolah tak ada juga," urai Eka dengan mata yang berbinar-binar.

Wajah sedih dan lemas terpancar dari wajahnya. Ia mencoba menahan air mata saat menceritakan buruknya pelayanan tempat Ia bersekolah dulu. "Dia (staf TU) ngomong dengan nada jutek sama saya, padahal saya cuma minta baik-baik," terang Eka dengan nada suara yang berat.

"Padahal, dia sudah pernah buat surat untuk teman saya, Dona," sesal Eka.

Beberapa bulan lalu, hal serupa juga dialami Dona. Ia juga dipersulit oleh pihak sekolah untuk mendapatkan surat keterangan bahwa ia pernah sekolah disitu dan ingin kuliah. Alhasil, setelah bolak balik ke sekolah selama tiga hari, baru ia mendapat surat tersebut.

"Keterlaluan, hanya buat surat keterangan saja butuh waktu tiga hari. Padahal, lima menit selesai," jelasnya. Kini ia sudah mengecap pendidikan di Kampus Persada Bunda Pekanbaru.

Menanggapi keluhan alumni tersebut, pihak SMK N 1 Menpura menanyakan dasar untuk menerbitkan surat tersebut. Sebab, akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Saat itulah, Eka dan Dona tak mampu memberikan dasar. "Tentunya kami tak bisa keluarkan surat tersebut," terang salah seorang staf TU.

"Kami sudah sering memberikan rekomendasi kepada siswa yang ikut Bidik Misi. Dan itu ada yang harus kami tandatangani dari kampusnya. Namun, ini tidak ada. Tiba-tiba minta surat keterangan," jelasnya.

Namun, staf tersebut hanya diam saat ditanya apa susahnya memberikan surat yang menerangkan bahwa Eka alumni sekolah tersebut dan ingin melanjutkan kuliah. Akhirnya, staf tersebut berkoordinasi dengan Kepala Sekolah yang saat itu tengah rapat di luar. "Oke. Akan kami buatkan surat tersebut, sesuai dengan format untuk Dona," tegasnya.(san)