
PEKANBARU - Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru yang tergabung dalam Satgas Udara pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) Provinsi Riau, bakal mengerahkan helikopter dan jet tempurnya untuk patroli udara.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma Age Wiraksono melalui Kadisops-nya, Kolonel Pnb Firman Dwi Cahyo, Minggu (28/5/2017) siang mengatakan, untuk helikopter pihaknya sudah menyiapkan jenis Super Puma, yang nanti difungsikan untuk patroli udara.
Selain itu, TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru juga mengerahkan jet tempur andalannya jenis F-16 dan Hawks untuk membantu patroli sekaligus pengambilan gambar serta koordinat yang akurat, di mana titik api muncul di Provinsi Riau.
"Selain untuk kegiatan SAR dan latihan AU, heli Super Puma juga akan kita libatkan membantu pemerintah Riau dalam penanganan Karhutla. Nanti Heli kita akan memantau dan melihat titik api, sesuai laporan yang didapat dari tim darat dan BMKG," kata Firman DC.
Sementara untuk pelibatan jet tempur, sambungnya diwawancarai GoRiau.com (GoNews Grup), bertugas pula untuk patroli dan pengambilan gambar titik api di lokasi Karhutla. "Jadi selain latihan juga patroli, laporan-laporan pantauan udara tersebut kita berikan ke posko untuk ditindak lanjuti," ujarnya.
Selain tim darat, bantuan dari udara dinilai sangat efektif dan memberikan andil besar dalam penanganan Karhutla di Provinsi Riau, terutama di area yang aksesnya sulit dijangkau dari darat. Satgas udara juga akan diperkuat dengan lima helikopter water bombing (bom air) bantuan dari BNPB.
Firman menerangkan, sepanjang 2017 ini kondisi titik panas dan titik api di Riau terpantau mengalami naik turun, yang juga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan iklim. Bila curah hujan minim, cenderung hotspot (titik pans, red) akan bermunculan.
"Apalagi sesuai prakiraan BMKG, pada akhir Mei sampai seterusnya akan kembali pada kemarau. Itu perlu diwaspadai dan diambil langkah penanganannya, agar Riau bisa bebas tanpa asap di 2017," pungkas Firman. ***